Bersyukur itu Kebutuhan

bersyukur itu perlu Bersyukur itu KebutuhanJika Anda sedang mengalami hari yang mengesalkan di kantor, pikirkanlah orang-orang di luar sana yang masih belum mendapatkan pekerjaan.  Jika Anda sedang sedih dan kecewa karena hubungan cinta Anda sedang memburuk, pikirkanlah mengenai orang yang tidak tahu seperti apa rasanya mencintai dan dicintai.

Jika Anda sedang sulit tidur, ingatlah pada orang-orang tunawisma yang  tidak tidur di tempat tidur empuk dan tak berselimut.  Jika Anda terjebak dalam kemacetan, jangan kesal. Masih banyak orang yang terpaksa menarik gerobak sampah yang berat dengan berjalan kaki menuju tempat pembuangan sampah.

Jika Anda mengeluh tidak punya sepatu baru, pikirkanlah orang-orang yang tidak memiliki kaki.  Jika Anda menemukan uban saat Anda bercermin, pikirkanlah pasien kanker yang  dikemoterapi  yang berharap rambutnya tetap utuh.  Jika Anda mengeluh negeri ini tidak banyak memberi untuk Anda, pikirkanlah negara lain yang saat ini sedang dilanda peperangan dan kelaparan.  Jika mobil Anda mogok dan Anda harus berjalan berkilo-kilo untuk mencari bantuan, pikirkanlah orang cacat yang ingin sekali berjalan seperti Anda.

“Bangunlah sikap syukur dan syukurilah atas segala sesuatu yang terjadi pada diri Anda, melangkah ke depan untuk menerima sesuatu yang lebih besar dan lebih baik dari situasi Anda sekarang” – Brian Tracy

Bersyukurlah anda atas apapun situasi yang Anda alami dan berikan makna syukur untuk segala situasi yang Anda hadapi.

bersyukur itu perlu Bersyukur itu KebutuhanJika Anda sedang mengalami hari yang mengesalkan di kantor, pikirkanlah orang-orang di luar sana yang masih belum mendapatkan pekerjaan.  Jika Anda sedang sedih dan kecewa karena hubungan cinta Anda sedang memburuk, pikirkanlah mengenai orang yang tidak tahu seperti apa rasanya mencintai dan dicintai.

Jika Anda sedang sulit tidur, ingatlah pada orang-orang tunawisma yang  tidak tidur di tempat tidur empuk dan tak berselimut.  Jika Anda terjebak dalam kemacetan, jangan kesal. Masih banyak orang yang terpaksa menarik gerobak sampah yang berat dengan berjalan kaki menuju tempat pembuangan sampah.

Jika Anda mengeluh tidak punya sepatu baru, pikirkanlah orang-orang yang tidak memiliki kaki.  Jika Anda menemukan uban saat Anda bercermin, pikirkanlah pasien kanker yang  dikemoterapi  yang berharap rambutnya tetap utuh.  Jika Anda mengeluh negeri ini tidak banyak memberi untuk Anda, pikirkanlah negara lain yang saat ini sedang dilanda peperangan dan kelaparan.  Jika mobil Anda mogok dan Anda harus berjalan berkilo-kilo untuk mencari bantuan, pikirkanlah orang cacat yang ingin sekali berjalan seperti Anda.

“Bangunlah sikap syukur dan syukurilah atas segala sesuatu yang terjadi pada diri Anda, melangkah ke depan untuk menerima sesuatu yang lebih besar dan lebih baik dari situasi Anda sekarang” – Brian Tracy

Bersyukurlah anda atas apapun situasi yang Anda alami dan berikan makna syukur untuk segala situasi yang Anda hadapi.

Cara Agar Bisa Fokus

Tulisan tentang cara agar bisa fokus ini saya ambil dari mailing list Anne Ahira. Setelah membaca artikel singkat ini saya merasa bahwa saya sendiri kesulitan untuk bisa fokus pada tujuan yang telah ditetapkan dan ingin dicapai. Mungkin anda juga mengalami hal yang sama  dengan kejadian yang saya alami. Berikut adalah kutipan mailing list Anne Ahira yang masuk ke inbox email saya. Selamat membaca.

Salah satu alasan begitu sedikit orang yang meraih apa yang diinginkannya adalah karena kita tidak pernah fokus; kita tidak pernah konsentrasi pada kekuatan kita. Kebanyakan orang hanya mencoba-coba berbagai macam jalan dalam hidup mereka. Mereka tidak pernah memutuskan untuk menguasai suatu bidang khusus” – Tony Robbins

cara agar bisa fokus Cara Agar Bisa FokusMasih ingatkah Anda percobaan membakar sebuah kertas dengan kaca pembesar ketika masih sekolah dulu? Kertas itu terbakar setelah kaca pembesar berhasil memfokuskan sinar matahari pada satu titik. Kita pun demikian!

Manusia sebenarnya diciptakan Tuhan dengan potensi yang tidak terbatas. Tapi kenyataannya, sedikit saja orang yang berusaha mencapainya. Kita memang dapat melakukan apa saja, tetapi kita tidak selalu dapat mengerjakan semua. Membiarkan orang lain memutuskan agenda Anda dalam hidup ini, membuat Anda tidak fokus pada tujuan hidup. Anda mungkin bisa menjadi orang yang mengerjakan banyak hal, tetapi tidak dapat menguasai sepenuhnya.

Sebaiknya hindari menjadi orang yang mampu mengerjakan beberapa pekerjaan, tetapi fokuslah pada satu keahlian. Anda, bertumbuhlah untuk mencapai potensi maksimal dengan cara:

  • Fokus pada satu sasaran utama
  • Fokus pada peningkatan yang berkesinambungan
  • Fokus pada masa depan, bukan masa lalu

Fokus pada kekuatanmu dan kembangkan kekuatan itu. Di sanalah Anda harus mencurahkan waktu, energi dan sumber daya Anda. Teruslah bertumbuh dan tingkatkan diri. Dalam kepemimpinan, jika Anda berhenti bertumbuh, habislah Anda.

Semoga artikel singkat tentang cara agar bisa fokus ini berguna untuk Anda.

Tulisan tentang cara agar bisa fokus ini saya ambil dari mailing list Anne Ahira. Setelah membaca artikel singkat ini saya merasa bahwa saya sendiri kesulitan untuk bisa fokus pada tujuan yang telah ditetapkan dan ingin dicapai. Mungkin anda juga mengalami hal yang sama  dengan kejadian yang saya alami. Berikut adalah kutipan mailing list Anne Ahira yang masuk ke inbox email saya. Selamat membaca.

Salah satu alasan begitu sedikit orang yang meraih apa yang diinginkannya adalah karena kita tidak pernah fokus; kita tidak pernah konsentrasi pada kekuatan kita. Kebanyakan orang hanya mencoba-coba berbagai macam jalan dalam hidup mereka. Mereka tidak pernah memutuskan untuk menguasai suatu bidang khusus” – Tony Robbins

cara agar bisa fokus Cara Agar Bisa FokusMasih ingatkah Anda percobaan membakar sebuah kertas dengan kaca pembesar ketika masih sekolah dulu? Kertas itu terbakar setelah kaca pembesar berhasil memfokuskan sinar matahari pada satu titik. Kita pun demikian!

Manusia sebenarnya diciptakan Tuhan dengan potensi yang tidak terbatas. Tapi kenyataannya, sedikit saja orang yang berusaha mencapainya. Kita memang dapat melakukan apa saja, tetapi kita tidak selalu dapat mengerjakan semua. Membiarkan orang lain memutuskan agenda Anda dalam hidup ini, membuat Anda tidak fokus pada tujuan hidup. Anda mungkin bisa menjadi orang yang mengerjakan banyak hal, tetapi tidak dapat menguasai sepenuhnya.

Sebaiknya hindari menjadi orang yang mampu mengerjakan beberapa pekerjaan, tetapi fokuslah pada satu keahlian. Anda, bertumbuhlah untuk mencapai potensi maksimal dengan cara:

  • Fokus pada satu sasaran utama
  • Fokus pada peningkatan yang berkesinambungan
  • Fokus pada masa depan, bukan masa lalu

Fokus pada kekuatanmu dan kembangkan kekuatan itu. Di sanalah Anda harus mencurahkan waktu, energi dan sumber daya Anda. Teruslah bertumbuh dan tingkatkan diri. Dalam kepemimpinan, jika Anda berhenti bertumbuh, habislah Anda.

Semoga artikel singkat tentang cara agar bisa fokus ini berguna untuk Anda.

Business Process Reengineering (BPR): Tutorial, Model and software

Abstrak

Artikel pertama yang ditulis oleh  Grover, Varun dan Manoj  K Maholtra (1996) memberikan peninjauan tentang Business Process Reengineering (BPR) dengan batasan konsep, evolusi, metode, teknologi dan aplikasi BPR dalam bentuk tutorial (panduan). Artikel kedua (Wu, Ing-Long, 2001) berisi tentang pembuatan model untuk menerapkan BPR dilihat dari sudut pandang strategic. Artikel ketiga (Bradley et al, 1995) menjelaskan BPR dari aspek piranti lunak yang digunakan. Artikel ketiga berisi tentang metodologi untuk membandingkan dan memilih piranti lunak BPR.

 

Makalah ini berusaha menyampaikan pandangan penulis terhadap artikel yang dikritisi dan mencoba untuk mengaplikasikannya dalam ke dunia nyata

Pendahuluan

Ketika saya membaca artikel yang berjudul Business Process Reengineering : A tutorial on the concept, evolution, method, technology and application (Grover, Varun dan Manoj  K Maholtra, 1996) saya berharap mendapatkan pelajaran tentang panduan yang berisi tentang konsep, perkembangan, metode, teknologi dan  penerapan BPR di dalam suatu perusahaan secara lebih lengkap dan mendetail. BPR yang disampaikan dalam melalui artikel adalah adanya kesenjangan di antara praktisi dan akademisi mengenai BPR. Penulis artikel berusaha menjembatani kesenjangan tersebut dengan menuliskan tutorial yang bersumber dari praktisi dan akademisi.

Ketika membaca artikel kedua berjudul “A model for implementing BPR based on strategic perspective: an empirical study” (Wu, Ing-Long, 2001), saya berharap mendapatkan suatu model yang paling sesuai jika BPR diterapkan dalam suatu perusahaan, cara mendapatkan model tersebut dan pengujian model tersebut dalam dunia nyata. Artikel tersebut menjelaskan alasan kegagalan penerapan BPR dan pendekatan untuk mengatasi kegagalan tersebut. Pendekatan yang diusulkan adalah melalui sudut pandang strategis dengan tahapan mengidentifikasi tujuan perusahaan, menetapkan alur strategis BPR dan penerapan BPR.

Ketika membaca artikel ketiga berjudul “Business Process Reengineering (BPR)-A study of software tools curentrly available” (Bradley et al, 1995) saya berharap akan mendapatkan informasi tentang tinjuan terhadap piranti lunak BPR dari segi kelebihan dan kekurangannya. Artikel tersebut mencoba membandingkan empat piranti lunak yang beredar di pasaran, yaitu DecModel, ProcessWise, Business Design Facility dan Enterprise Modeling System (EMS-First Step). Metodologi yang digunakan untuk membandingkan piranti lunak tersebut diharapkan akan membantu praktisi untuk memilih piranti lunak yang sesuai dengan kebutuhan praktisi pengguna.

 

 

Makalah 1: Business Process Reengineering : A tutorial on the concept, evolution, method, technology and application

Artikel pertama berjudul Business Process Reengineering : A tutorial on the concept, evolution, method, technology and application  (Grover, Varun dan Manoj  K Maholtra, 1996). Makalah tersebut menyampaikan konsep BPR dengan bentuk contoh perbandingan antara sebelum dan sesudah penerapan BPR pada perusahaan Ford dan Detroid Edison yang merupakan suatu uforia, pengertian BPR dari sisi praktisi dan bedanya dengan konsep yang sudah ada seperti TQM dan Kaizen, logika reengineering, tahapan pelaksanaan BPR, teknologi yang mendukung BPR, kenyataan yang ditemui saat penerapan BPR dalam suatu enterprise, dan perkembangan BPR di masa depan.

Konsep yang dijelaskan dalam makalah ini disampaikan melalui penerapan konsep BPR di perusahaan Ford, Xerox dan Detroit Edison yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan (melakukan perbaikan) secara signifikan. Penulis mempertanyakan apakah BPR merupakan obat yang sangat mujarab untuk mengobati penyakit pada perusahaan atau hanya langkah terakhir yang dapat ditempuh oleh perusahaan. Para konsultan mengemas ulang konsep lama untuk selanjutnya dijual kepada perusahaan dengan harga yang tidak murah. Di lain sisi, akademisi ada yang pro dan kontra dengan BPR.

Perkembangan atau evolusi BPR adalah melalui fase (1) penerapan program-program yang ditawarkan oleh konsultan kepada perusahaan di pertengahan tahun 1980an termasuk di dalamnya penerapan Teknologi Informasi (TI), (2)  focus pada perbaikan proses dengan menggunakan standard an alat statistik termasuk di dalamnya adalah TQM dan Kaizen, (3) menekan biaya perusahaan karena resesi ekonomi di awal tahun 1990an termasuk di dalamnya peningkatan fleksibilitas dan kepekaan perusahaan, (4) paradox produktivitas dengan anggapan bahwa investasi teknologi akan meningkatkan produktivitas (5) legitimasi tentang reengineering dengan buku “Reengineering  the Corporation” dan buku “Process Innovation”, (6) efek Bandwagon dimana perusahaan (Cigna, MBL, Xerox, IBM) mengadopsi reengineering.

Istilah BPR sering digunakan dengan istilah perbaikan proses, transformasi bisnis, inovasi proses dan merancang–ulang proses bisnis.  Elemen inti reengineering adalah (1) perubahan signifikan, (2) unit analisisnya adalah proses bisnis, (3) perbaikan kinerja yang dramatis, (4) teknologi informasi adalah critical enabler untuk perubahan. Reengineering sedikit berbeda dengan TQM walaupun fokusnya adalah sama yaitu proses bisnis. Inisiasi  TQM adalah bottom-up dan BPR adalah top-down.

Penulis menyampaikan bahwa BPR memberikan paradigm baru dari struktur vertical dalam perusahaan ke arah struktur horizontal. Dalam mengaplikasikan BPR untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan maka (1) focus aktivitas adalah pelanggan atau proses yang berkaitan dengan pelanggan dengan (2) memberdayakan karyawan (empowering) sehingga menekan proses vertical dengan demikian mengurangi tenggat persetujuan, waktu tunggu, dan perbaikan layanan dan (3) interaksi antar tim bersifat cross functional. Proses tersebut diilustrasikan pada gambar 1 berikut

 business process reengineering 300x139 Business Process Reengineering (BPR): Tutorial, Model and software

Gambar 1. Diagram alir suatu proses  dalam perusahaan

Tahapan pelaksanaan BPR (metodologi) adalah (1) persiapan: pembentukan tim, (2) proses berpikir: membuat model proses bisnis berbasis pelanggan (3) kreasi: mengidentifikasi kondisi sekarang (as It is), dan usulan perbaikan (4) desain teknis; dokumentasi, (5) desain sosial (sosialisasi dan penempatan personel) dan (6) implementasi: realisasi dari desain teknis dan desain sosial.

Penulis menyebutkan bahwa reengineering akan berbeda penerapanya untuk perusahaan yang berbeda. Ada dua enabler set yang mempermudah pelaksanaan BPR yaitu IT enabler (misalnya workflow software dan CAD/CAM system) dan Organizational enabler dengan cara reengineering cross-functional proses. Kedua  hal tersebut harus dilengkapi dengan sistem sumberdaya manusia yang kompeten.

Berkaitan dengan pelaksanaan BPR, ada tujuh mitos yang berkaitan dengan BPR yaitu (1) BPR adalah pendekatan secara radikal yang dilaksakan hanya sekali, (2) BPR melibatkan terobosan dalam perolehan pendapatan, (3) BPR dapat dilaksanakan terutama dengan Teknologi Informasi, (4) BPR berfokus pada cross-functional (5) BPR meningkatkan kemampuan individu dan tim (6) BPR dapat menggunakan seperangkat metoda standar yang diajukan konsultan (7) BPR harus dilaksanakan secara top-down. Ketujuh mitos tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi perusahaan ketika melaksanakan BPR.

Penulis menyampaikan pendapatnya tentang BPR di masa mendatang bahwa BPR akan mengalami evolusi  dan penerapan BPR pada suatu perusahaan akan memberikan efek yang tidak sama jika BPR tersebut diterapkan di perusahaan lain. BPR bersifat spesifik untuk setiap perusahaan.

Saya berpendapat bahwa artikel tentang BPR ini sangat informative dan mendidik baik bagi akademisi dan praktisi. Saya merekomendasikan artikel ini untuk para akademisi dan praktisi yang mendalami dan menerapkan BPR.

 

Makalah 2: A model for implementing BPR based on strategic perspective: an empirical study

Aplikasi BPR di beberapa perusahaan menunjukkan keberhasilan yang gemilang namun nilai kegagalan aplikasi BPR juga cukup tinggi hingga mencapai angka 70%. Kegagalan tersebut disinyalir karena adanya ketidakselarasan pada suatu proyek. BPR lebih tepat dilaksanakan pada tataran strategis daripada tataran operasional atau taktis sehingga pendekatan top-down lebih sering dilakukan. Ada dua tahapan utama yang dilakukan yaitu (1a) analisa proses substantive (kandidat) oleh top-level (1b) IT enabler dan (2) penerapan fisik BPR pada proses kandidat.

Penulis melakukan studi empiris di lapangan dengan menggunakan metode survey. Kerangka pemikiran yang digunakan penulis diperlihatkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Kerangka pemikiran

Tahapan pertama yang dilakukan penulis adalah mengidentifikasi strategi perusahaan menggunakan matriks target strategi  yang diadaptasi dari Wiseman dan Macmillan (Gambar 3)

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. matriks target strategi  yang diadaptasi dari Wiseman dan Macmillan

Tahapan kedua adalah memilih alur strategi untuk BPR melalui aplikasi teknologi informasi. Tahap kedua dilakukan dengan cara identifikasi derajat kolaborasi dan derajat yang diperlihatkan pada Gambar 4.

Gambar 4. Kerangka penggabungan dengan aplikasi teknologi informasi

Tahap ketiga adalah penerapan BPR dengan menggunakan kerangka composite. Kerangka komposit yang di adaptasi dari Ketinger digunakan untuk penerapan BPR diperlihatkan pada Gambar 5.

Gambar 5. kerangka komposit diadaptasi dari Ketinger

Kuesioner yang digunakan ada lima macam yaitu (1) informasi dasar (2) strategi perusahaan (3)alur strategi (4) karakteristik proyek dan (5) metodologi reengineering. Kuesioner 1,2,3 dan 5 menggunakan skala nominal dan kuesionar 4 menggunakan skala Likert 5 titik. Serangkaian pengujian terhadap data yang diperoleh dilakukan seperti pengukuran reliabilitas dan validitas.

Saya berpendapat bahwa artikel ini sangat berguna untuk para peneliti BPR karena memberikan gambaran yang cukup lengkap tentang metodologi pelaksanaan penelitian dan analisa sehingga mampu menghasilkan kebijakan perusahaan pada level strategic sehingga akan didapatkan hasil perbaikan yang signifikan.

 

 

 

 

Makalah 3: Business Process Reengineering (BPR)-A study of software tools curentrly available

BPR dikenal sebagai pendekatan untuk mendapatkan perbaikan yang dramatis/signifikan. Pendekatan yang telah ada sebelumnya dianggap belum mampu meningkatkan perbaikan secara dramatis. Piranti lunak BPR membuat penggunanya mampu membuat model yang telah ada (as it is), menyusun model perbaikannya (to be), membuat simulasinya dan melakukan analisa atas hasil simulasi.

Penulis menyampaikan usulan metodologi untuk membandingkan piranti lunak BPR. Keuntungan menggunakan metodologi tersebut adalah dapat digunakan untuk membandingkan piranti lunak apapun oleh siapapun dalam bidang apapun dan dapat diarahkan untuk mengakomodasi isu yang prospektif dari sisi pengguna. Tujuh kategori yang digunakan untuk indetifikasi dengan metodologi ini adalah (1) kemampuan alat, (2) alat piranti lunak dan piranti keras, (3) alat dokumentasi, (4) fitur pengguna, (5) kemampuan modeling, (6) kemampuan simulasi dan (7) kemampuan analisis. Hasil analisis terhadap piranti lunak dengan tujuh kategori diperlihatkan pada tabel tabel berikut.

Tabel 1. alat piranti lunak dan piranti keras

 

Tabel 2. Alat dokumentasi

 

 

 

 

Tabel 3. Fitur Pengguna

 

Tabel 4. Kemampuan Modelling

 

Tabel 5. Kemampuan simulasi dan Kemampuan Analisis

 

Penulis artikel tersebut menyarankan untuk memasukkan unsure sistem penunjang keputusan (SPK) yang terintegrasi dengan piranti lunak BPR sehingga SPK akan bertindak sebagai ahli saat pelaksanaan re-engineering.

Saya berpendapat bahwa artikel ini sangat bagus dalam memberikan panduan atau cara membandingkan piranti lunak BPR sehingga dapat memilih piranti lunak yang sesuai dengan tujuan penggunanya. Saya merekomendasikan artikel ini untuk dibaca para praktisi BPR.

Incorporation

Saya percaya bahwa BPR merupakan sebuah pendekatan yang bertujuan untuk memperbaiki perusahaan secara signifikan. Namun demikian penerapan BPR antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya akan berlainan meskipun metode yang digunakan sama. Saya berharap dapat menerapkan BPR di tempat saya bekerja sekarang dimana perusahaan masih cenderung menerapkan kebijakan yang sifatnya konvesional seperti mengutamakan kekeluargaan dan belum berbasiskan nilai pekerja sepenuhnya.

Untuk tahap awal, penggambaran kondisi sekarang dan saran perbaikan yang akan diambil akan lebih efisien jika dilakukan penelitian pendahuluan baik menggunakan kuesioner. Piranti lunak BPR akan sangat berperan saat kondisi sekarang diketahui dan arah perusahaan jelas.

Ringkasan

Artikel pertama yang ditulis oleh  Grover, Varun dan Manoj  K Maholtra (1996) memberikan peninjauan tentang Business Process Reengineering (BPR) dengan batasan konsep, evolusi, metode, teknologi dan aplikasi BPR dalam bentuk tutorial (panduan). Sebagian orang mengenal istilah BPR meskipun konsep BPR sudah berkembang sejak awal tahun 1990an. Pengenalan BPR perlu dilakukan untuk mendapatkan perbaikan yang dramatis di masa mendatang bagi suatu perusahaan.

Artikel kedua (Wu, Ing-Long, 2001) berisi tentang pembuatan model untuk menerapkan BPR dilihat dari sudut pandang strategic. Para atasan (top-level) hendaknya menginiasi BPR dalam perusahaannya sehingga para bawahan dapat mengadaptasinya.

Artikel ketiga (Bradley et al, 1995) menjelaskan BPR dari aspek piranti lunak yang digunakan. Piranti lunak merupakan kemajuan teknologi informasi yang memudahkan dan mempercepat proses iterasi.

 

Referensi

Bradley, P, J. Browne S. Jackson, dan H. Jagdev.  1995. Business Process Reengineering (BPR)-A study of software tools curentrly available. Computers in Industry 25 (1995) 309-330

Grover, Varun dan Manoj  K Maholtra. 1996. Business Process Reengineering : A tutorial on the concept, evolution, method, technology and application. Journal of Operation Management 15 (1997) 193-213.

Wu, Ing-Long. 2001. A model for implementing BPR based on strategic perspective: an empirical study. Information and Management 39 (2002) 313-324

 

Kata kunci artikel ini:

3 apa yang dapat dilakukan cigna untuk meningkatkan peluang keberhasilannya dalam proyek ti-nya?, jurnal tentang business process reengineering, jurnal mengenai bisnis proses reengineering, business process reengineering software, perusahaan yang sudah menerapkan business process reengineering, makalah business process and reengineering, kapan perusahaan di bpr kan?, kapan penerapan bpr dilakukan, artikel berjudul corporate strategy, bpr dan proses kemajuan, gambar aplikasi bpr satu, contoh kuesioner penelitian efisiensi agroindustri air tebu, proces modelling

Abstrak

Artikel pertama yang ditulis oleh  Grover, Varun dan Manoj  K Maholtra (1996) memberikan peninjauan tentang Business Process Reengineering (BPR) dengan batasan konsep, evolusi, metode, teknologi dan aplikasi BPR dalam bentuk tutorial (panduan). Artikel kedua (Wu, Ing-Long, 2001) berisi tentang pembuatan model untuk menerapkan BPR dilihat dari sudut pandang strategic. Artikel ketiga (Bradley et al, 1995) menjelaskan BPR dari aspek piranti lunak yang digunakan. Artikel ketiga berisi tentang metodologi untuk membandingkan dan memilih piranti lunak BPR.

 

Makalah ini berusaha menyampaikan pandangan penulis terhadap artikel yang dikritisi dan mencoba untuk mengaplikasikannya dalam ke dunia nyata

Pendahuluan

Ketika saya membaca artikel yang berjudul Business Process Reengineering : A tutorial on the concept, evolution, method, technology and application (Grover, Varun dan Manoj  K Maholtra, 1996) saya berharap mendapatkan pelajaran tentang panduan yang berisi tentang konsep, perkembangan, metode, teknologi dan  penerapan BPR di dalam suatu perusahaan secara lebih lengkap dan mendetail. BPR yang disampaikan dalam melalui artikel adalah adanya kesenjangan di antara praktisi dan akademisi mengenai BPR. Penulis artikel berusaha menjembatani kesenjangan tersebut dengan menuliskan tutorial yang bersumber dari praktisi dan akademisi.

Ketika membaca artikel kedua berjudul “A model for implementing BPR based on strategic perspective: an empirical study” (Wu, Ing-Long, 2001), saya berharap mendapatkan suatu model yang paling sesuai jika BPR diterapkan dalam suatu perusahaan, cara mendapatkan model tersebut dan pengujian model tersebut dalam dunia nyata. Artikel tersebut menjelaskan alasan kegagalan penerapan BPR dan pendekatan untuk mengatasi kegagalan tersebut. Pendekatan yang diusulkan adalah melalui sudut pandang strategis dengan tahapan mengidentifikasi tujuan perusahaan, menetapkan alur strategis BPR dan penerapan BPR.

Ketika membaca artikel ketiga berjudul “Business Process Reengineering (BPR)-A study of software tools curentrly available” (Bradley et al, 1995) saya berharap akan mendapatkan informasi tentang tinjuan terhadap piranti lunak BPR dari segi kelebihan dan kekurangannya. Artikel tersebut mencoba membandingkan empat piranti lunak yang beredar di pasaran, yaitu DecModel, ProcessWise, Business Design Facility dan Enterprise Modeling System (EMS-First Step). Metodologi yang digunakan untuk membandingkan piranti lunak tersebut diharapkan akan membantu praktisi untuk memilih piranti lunak yang sesuai dengan kebutuhan praktisi pengguna.

 

 

Makalah 1: Business Process Reengineering : A tutorial on the concept, evolution, method, technology and application

Artikel pertama berjudul Business Process Reengineering : A tutorial on the concept, evolution, method, technology and application  (Grover, Varun dan Manoj  K Maholtra, 1996). Makalah tersebut menyampaikan konsep BPR dengan bentuk contoh perbandingan antara sebelum dan sesudah penerapan BPR pada perusahaan Ford dan Detroid Edison yang merupakan suatu uforia, pengertian BPR dari sisi praktisi dan bedanya dengan konsep yang sudah ada seperti TQM dan Kaizen, logika reengineering, tahapan pelaksanaan BPR, teknologi yang mendukung BPR, kenyataan yang ditemui saat penerapan BPR dalam suatu enterprise, dan perkembangan BPR di masa depan.

Konsep yang dijelaskan dalam makalah ini disampaikan melalui penerapan konsep BPR di perusahaan Ford, Xerox dan Detroit Edison yang mampu meningkatkan kinerja perusahaan (melakukan perbaikan) secara signifikan. Penulis mempertanyakan apakah BPR merupakan obat yang sangat mujarab untuk mengobati penyakit pada perusahaan atau hanya langkah terakhir yang dapat ditempuh oleh perusahaan. Para konsultan mengemas ulang konsep lama untuk selanjutnya dijual kepada perusahaan dengan harga yang tidak murah. Di lain sisi, akademisi ada yang pro dan kontra dengan BPR.

Perkembangan atau evolusi BPR adalah melalui fase (1) penerapan program-program yang ditawarkan oleh konsultan kepada perusahaan di pertengahan tahun 1980an termasuk di dalamnya penerapan Teknologi Informasi (TI), (2)  focus pada perbaikan proses dengan menggunakan standard an alat statistik termasuk di dalamnya adalah TQM dan Kaizen, (3) menekan biaya perusahaan karena resesi ekonomi di awal tahun 1990an termasuk di dalamnya peningkatan fleksibilitas dan kepekaan perusahaan, (4) paradox produktivitas dengan anggapan bahwa investasi teknologi akan meningkatkan produktivitas (5) legitimasi tentang reengineering dengan buku “Reengineering  the Corporation” dan buku “Process Innovation”, (6) efek Bandwagon dimana perusahaan (Cigna, MBL, Xerox, IBM) mengadopsi reengineering.

Istilah BPR sering digunakan dengan istilah perbaikan proses, transformasi bisnis, inovasi proses dan merancang–ulang proses bisnis.  Elemen inti reengineering adalah (1) perubahan signifikan, (2) unit analisisnya adalah proses bisnis, (3) perbaikan kinerja yang dramatis, (4) teknologi informasi adalah critical enabler untuk perubahan. Reengineering sedikit berbeda dengan TQM walaupun fokusnya adalah sama yaitu proses bisnis. Inisiasi  TQM adalah bottom-up dan BPR adalah top-down.

Penulis menyampaikan bahwa BPR memberikan paradigm baru dari struktur vertical dalam perusahaan ke arah struktur horizontal. Dalam mengaplikasikan BPR untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan maka (1) focus aktivitas adalah pelanggan atau proses yang berkaitan dengan pelanggan dengan (2) memberdayakan karyawan (empowering) sehingga menekan proses vertical dengan demikian mengurangi tenggat persetujuan, waktu tunggu, dan perbaikan layanan dan (3) interaksi antar tim bersifat cross functional. Proses tersebut diilustrasikan pada gambar 1 berikut

 business process reengineering 300x139 Business Process Reengineering (BPR): Tutorial, Model and software

Gambar 1. Diagram alir suatu proses  dalam perusahaan

Tahapan pelaksanaan BPR (metodologi) adalah (1) persiapan: pembentukan tim, (2) proses berpikir: membuat model proses bisnis berbasis pelanggan (3) kreasi: mengidentifikasi kondisi sekarang (as It is), dan usulan perbaikan (4) desain teknis; dokumentasi, (5) desain sosial (sosialisasi dan penempatan personel) dan (6) implementasi: realisasi dari desain teknis dan desain sosial.

Penulis menyebutkan bahwa reengineering akan berbeda penerapanya untuk perusahaan yang berbeda. Ada dua enabler set yang mempermudah pelaksanaan BPR yaitu IT enabler (misalnya workflow software dan CAD/CAM system) dan Organizational enabler dengan cara reengineering cross-functional proses. Kedua  hal tersebut harus dilengkapi dengan sistem sumberdaya manusia yang kompeten.

Berkaitan dengan pelaksanaan BPR, ada tujuh mitos yang berkaitan dengan BPR yaitu (1) BPR adalah pendekatan secara radikal yang dilaksakan hanya sekali, (2) BPR melibatkan terobosan dalam perolehan pendapatan, (3) BPR dapat dilaksanakan terutama dengan Teknologi Informasi, (4) BPR berfokus pada cross-functional (5) BPR meningkatkan kemampuan individu dan tim (6) BPR dapat menggunakan seperangkat metoda standar yang diajukan konsultan (7) BPR harus dilaksanakan secara top-down. Ketujuh mitos tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi perusahaan ketika melaksanakan BPR.

Penulis menyampaikan pendapatnya tentang BPR di masa mendatang bahwa BPR akan mengalami evolusi  dan penerapan BPR pada suatu perusahaan akan memberikan efek yang tidak sama jika BPR tersebut diterapkan di perusahaan lain. BPR bersifat spesifik untuk setiap perusahaan.

Saya berpendapat bahwa artikel tentang BPR ini sangat informative dan mendidik baik bagi akademisi dan praktisi. Saya merekomendasikan artikel ini untuk para akademisi dan praktisi yang mendalami dan menerapkan BPR.

 

Makalah 2: A model for implementing BPR based on strategic perspective: an empirical study

Aplikasi BPR di beberapa perusahaan menunjukkan keberhasilan yang gemilang namun nilai kegagalan aplikasi BPR juga cukup tinggi hingga mencapai angka 70%. Kegagalan tersebut disinyalir karena adanya ketidakselarasan pada suatu proyek. BPR lebih tepat dilaksanakan pada tataran strategis daripada tataran operasional atau taktis sehingga pendekatan top-down lebih sering dilakukan. Ada dua tahapan utama yang dilakukan yaitu (1a) analisa proses substantive (kandidat) oleh top-level (1b) IT enabler dan (2) penerapan fisik BPR pada proses kandidat.

Penulis melakukan studi empiris di lapangan dengan menggunakan metode survey. Kerangka pemikiran yang digunakan penulis diperlihatkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Kerangka pemikiran

Tahapan pertama yang dilakukan penulis adalah mengidentifikasi strategi perusahaan menggunakan matriks target strategi  yang diadaptasi dari Wiseman dan Macmillan (Gambar 3)

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. matriks target strategi  yang diadaptasi dari Wiseman dan Macmillan

Tahapan kedua adalah memilih alur strategi untuk BPR melalui aplikasi teknologi informasi. Tahap kedua dilakukan dengan cara identifikasi derajat kolaborasi dan derajat yang diperlihatkan pada Gambar 4.

Gambar 4. Kerangka penggabungan dengan aplikasi teknologi informasi

Tahap ketiga adalah penerapan BPR dengan menggunakan kerangka composite. Kerangka komposit yang di adaptasi dari Ketinger digunakan untuk penerapan BPR diperlihatkan pada Gambar 5.

Gambar 5. kerangka komposit diadaptasi dari Ketinger

Kuesioner yang digunakan ada lima macam yaitu (1) informasi dasar (2) strategi perusahaan (3)alur strategi (4) karakteristik proyek dan (5) metodologi reengineering. Kuesioner 1,2,3 dan 5 menggunakan skala nominal dan kuesionar 4 menggunakan skala Likert 5 titik. Serangkaian pengujian terhadap data yang diperoleh dilakukan seperti pengukuran reliabilitas dan validitas.

Saya berpendapat bahwa artikel ini sangat berguna untuk para peneliti BPR karena memberikan gambaran yang cukup lengkap tentang metodologi pelaksanaan penelitian dan analisa sehingga mampu menghasilkan kebijakan perusahaan pada level strategic sehingga akan didapatkan hasil perbaikan yang signifikan.

 

 

 

 

Makalah 3: Business Process Reengineering (BPR)-A study of software tools curentrly available

BPR dikenal sebagai pendekatan untuk mendapatkan perbaikan yang dramatis/signifikan. Pendekatan yang telah ada sebelumnya dianggap belum mampu meningkatkan perbaikan secara dramatis. Piranti lunak BPR membuat penggunanya mampu membuat model yang telah ada (as it is), menyusun model perbaikannya (to be), membuat simulasinya dan melakukan analisa atas hasil simulasi.

Penulis menyampaikan usulan metodologi untuk membandingkan piranti lunak BPR. Keuntungan menggunakan metodologi tersebut adalah dapat digunakan untuk membandingkan piranti lunak apapun oleh siapapun dalam bidang apapun dan dapat diarahkan untuk mengakomodasi isu yang prospektif dari sisi pengguna. Tujuh kategori yang digunakan untuk indetifikasi dengan metodologi ini adalah (1) kemampuan alat, (2) alat piranti lunak dan piranti keras, (3) alat dokumentasi, (4) fitur pengguna, (5) kemampuan modeling, (6) kemampuan simulasi dan (7) kemampuan analisis. Hasil analisis terhadap piranti lunak dengan tujuh kategori diperlihatkan pada tabel tabel berikut.

Tabel 1. alat piranti lunak dan piranti keras

 

Tabel 2. Alat dokumentasi

 

 

 

 

Tabel 3. Fitur Pengguna

 

Tabel 4. Kemampuan Modelling

 

Tabel 5. Kemampuan simulasi dan Kemampuan Analisis

 

Penulis artikel tersebut menyarankan untuk memasukkan unsure sistem penunjang keputusan (SPK) yang terintegrasi dengan piranti lunak BPR sehingga SPK akan bertindak sebagai ahli saat pelaksanaan re-engineering.

Saya berpendapat bahwa artikel ini sangat bagus dalam memberikan panduan atau cara membandingkan piranti lunak BPR sehingga dapat memilih piranti lunak yang sesuai dengan tujuan penggunanya. Saya merekomendasikan artikel ini untuk dibaca para praktisi BPR.

Incorporation

Saya percaya bahwa BPR merupakan sebuah pendekatan yang bertujuan untuk memperbaiki perusahaan secara signifikan. Namun demikian penerapan BPR antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya akan berlainan meskipun metode yang digunakan sama. Saya berharap dapat menerapkan BPR di tempat saya bekerja sekarang dimana perusahaan masih cenderung menerapkan kebijakan yang sifatnya konvesional seperti mengutamakan kekeluargaan dan belum berbasiskan nilai pekerja sepenuhnya.

Untuk tahap awal, penggambaran kondisi sekarang dan saran perbaikan yang akan diambil akan lebih efisien jika dilakukan penelitian pendahuluan baik menggunakan kuesioner. Piranti lunak BPR akan sangat berperan saat kondisi sekarang diketahui dan arah perusahaan jelas.

Ringkasan

Artikel pertama yang ditulis oleh  Grover, Varun dan Manoj  K Maholtra (1996) memberikan peninjauan tentang Business Process Reengineering (BPR) dengan batasan konsep, evolusi, metode, teknologi dan aplikasi BPR dalam bentuk tutorial (panduan). Sebagian orang mengenal istilah BPR meskipun konsep BPR sudah berkembang sejak awal tahun 1990an. Pengenalan BPR perlu dilakukan untuk mendapatkan perbaikan yang dramatis di masa mendatang bagi suatu perusahaan.

Artikel kedua (Wu, Ing-Long, 2001) berisi tentang pembuatan model untuk menerapkan BPR dilihat dari sudut pandang strategic. Para atasan (top-level) hendaknya menginiasi BPR dalam perusahaannya sehingga para bawahan dapat mengadaptasinya.

Artikel ketiga (Bradley et al, 1995) menjelaskan BPR dari aspek piranti lunak yang digunakan. Piranti lunak merupakan kemajuan teknologi informasi yang memudahkan dan mempercepat proses iterasi.

 

Referensi

Bradley, P, J. Browne S. Jackson, dan H. Jagdev.  1995. Business Process Reengineering (BPR)-A study of software tools curentrly available. Computers in Industry 25 (1995) 309-330

Grover, Varun dan Manoj  K Maholtra. 1996. Business Process Reengineering : A tutorial on the concept, evolution, method, technology and application. Journal of Operation Management 15 (1997) 193-213.

Wu, Ing-Long. 2001. A model for implementing BPR based on strategic perspective: an empirical study. Information and Management 39 (2002) 313-324

 

Kata kunci artikel ini:

3 apa yang dapat dilakukan cigna untuk meningkatkan peluang keberhasilannya dalam proyek ti-nya?, jurnal tentang business process reengineering, jurnal mengenai bisnis proses reengineering, business process reengineering software, perusahaan yang sudah menerapkan business process reengineering, makalah business process and reengineering, kapan perusahaan di bpr kan?, kapan penerapan bpr dilakukan, artikel berjudul corporate strategy, bpr dan proses kemajuan, gambar aplikasi bpr satu, contoh kuesioner penelitian efisiensi agroindustri air tebu, proces modelling

Daftar Payoneer

Daftar Payoneer

Daftar Payoneer Cara Gratis 300x121 Daftar Payoneer

Daftar Payoneer Cara Gratis

Daftar Payoneer Gratis? Ya… Informasi tersebut adalah benar. Anda bisa mendapatkan kartu debit Payoneer secara gratis. Bagi anda para internet marketer, pebisnis online dan publisher tentu karu debit payoneer ini akan sangat berguna untuk menerima pembayaran komisi anda. Kartu debit payoneer bisa diperoleh secara langsung dari Payoneer atau dari pihak ketiga yang telah bekerjasama dengan Payoneer seperti Infolinks. Lalu bagaimana cara cara daftar payoneer Infolinks gratis?

Cara Daftar Payoneer

Cara Daftar Payoneer Gratis? Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya kalau anda bisa mendapatkan kartu debit payoneer secara gratis. Memang untuk kartunya saja gratis. Namun untuk menggunakan kartu Payoneer tersebut, anda harus melakukan aktivasi terlebih dahulu yang biaya aktivasinya sekitar $ 29,… Untuk mendapatkan langkah demi langkah cara mendaftar Payoneer silakan berkunjung ke website cara daftar payoneer.

Saya sendiri telah menggunakan kartu debit Payoneer sejak tahun 2012. Saya menggunakan kartu tersebut untuk menerima pembayaran komisi amazon via Direct Deposit. Untuk menggunakan layanan tersebut, anda diharuskan memiliki US Payment Service. Yaa mirip mirip dengan Virtual Bank Account alias VBA laah. Data US Payment Service tersebut lah yang dimasukkan di isian kolom direct deposit amazon. Namun saat saya menulis artikel ini, Payoneer baru bisa digunakan untuk Amazon.com saja.

Cara Daftar Payoneer Infolinks

Salah satu partner yang telah bekerjasama dengan Payoneer adalah Infolinks. Jika anda telah terdaftar sebagai member infolinks, maka anda tinggal mengajukan atau melakukan seting pembayaran melalui Payoneer. Di menu payment Infolinks anda akan mendapati pilihan Edit Payment Details > Payoneer Prepaid Mastercards. Atau baca keterangan lengkapnya disini.

Daftar Payoneer Cara Gratis 300x121 Daftar Payoneer

Daftar Payoneer Cara Gratis

Tags: Daftar Payoneer, Daftar Payoneer Gratis, Cara Daftar Payoneer, Cara Daftar Payoneer Gratis, Cara Daftar Payoneer Infolinks

Kata kunci artikel ini:

cara daftar payoneer gratis, langkah demi langkah mendaftar payoneer, kegunaan kartu payoneer, jenis-jenis payoneer, daftar payoneer infolinks, daftar payoneer gratis, Daftar payoneer account, daftar payoneer, cara penggunaan payoneer, cara daftar payoneer infolinks, payoneer infolinks for amazon payment

Daftar Payoneer

Daftar Payoneer Cara Gratis 300x121 Daftar Payoneer

Daftar Payoneer Cara Gratis

Daftar Payoneer Gratis? Ya… Informasi tersebut adalah benar. Anda bisa mendapatkan kartu debit Payoneer secara gratis. Bagi anda para internet marketer, pebisnis online dan publisher tentu karu debit payoneer ini akan sangat berguna untuk menerima pembayaran komisi anda. Kartu debit payoneer bisa diperoleh secara langsung dari Payoneer atau dari pihak ketiga yang telah bekerjasama dengan Payoneer seperti Infolinks. Lalu bagaimana cara cara daftar payoneer Infolinks gratis?

Cara Daftar Payoneer

Cara Daftar Payoneer Gratis? Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya kalau anda bisa mendapatkan kartu debit payoneer secara gratis. Memang untuk kartunya saja gratis. Namun untuk menggunakan kartu Payoneer tersebut, anda harus melakukan aktivasi terlebih dahulu yang biaya aktivasinya sekitar $ 29,… Untuk mendapatkan langkah demi langkah cara mendaftar Payoneer silakan berkunjung ke website cara daftar payoneer.

Saya sendiri telah menggunakan kartu debit Payoneer sejak tahun 2012. Saya menggunakan kartu tersebut untuk menerima pembayaran komisi amazon via Direct Deposit. Untuk menggunakan layanan tersebut, anda diharuskan memiliki US Payment Service. Yaa mirip mirip dengan Virtual Bank Account alias VBA laah. Data US Payment Service tersebut lah yang dimasukkan di isian kolom direct deposit amazon. Namun saat saya menulis artikel ini, Payoneer baru bisa digunakan untuk Amazon.com saja.

Cara Daftar Payoneer Infolinks

Salah satu partner yang telah bekerjasama dengan Payoneer adalah Infolinks. Jika anda telah terdaftar sebagai member infolinks, maka anda tinggal mengajukan atau melakukan seting pembayaran melalui Payoneer. Di menu payment Infolinks anda akan mendapati pilihan Edit Payment Details > Payoneer Prepaid Mastercards. Atau baca keterangan lengkapnya disini.

Daftar Payoneer Cara Gratis 300x121 Daftar Payoneer

Daftar Payoneer Cara Gratis

Tags: Daftar Payoneer, Daftar Payoneer Gratis, Cara Daftar Payoneer, Cara Daftar Payoneer Gratis, Cara Daftar Payoneer Infolinks

Kata kunci artikel ini:

cara daftar payoneer gratis, langkah demi langkah mendaftar payoneer, kegunaan kartu payoneer, jenis-jenis payoneer, daftar payoneer infolinks, daftar payoneer gratis, Daftar payoneer account, daftar payoneer, cara penggunaan payoneer, cara daftar payoneer infolinks, payoneer infolinks for amazon payment

Cara Mencairkan Komisi Amazon secara Cepat dan Mudah dengan Payoneer

Bagi anda para affiliate amazon, tentunya telah tahu dan mengenal cara pembayaran komisi amazon. Amazon menyediakan 3 alternatif cara pembayaran komisi kepada para affiliatenya yaitu: Gift Card, Direct Deposit dan Check. Masing-masing metode pembayaran komisi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Kali ini saya akan coba sharing pengalaman mencairkan komisi amazon dengan cara cepat menggunakan fasilitas Direct Deposit (DD).
Direct Deposit adalah metode pembayaran komisi amazon dengan menggunakan jaringan bank lokal Amerika. Pihak amazon akan men-transfer komisi anda secara langsung ke akun bank anda (No rekening Amerika), hanya jika anda memiliki akun bank di USA. Bagi anda yang tinggal di USA, tentu akan lebih mudah untuk mendapatkan akun bank lokal (USA) setempat. Namun, bagaimana dengan anda yang tinggal di Negara lain, seperti Indonesia?

Anda tidak perlu kuatir, anda dapat menggunakan jasa teman anda yang memiliki akun bank bank Amerika (anda akan membayar jasa karena menggunakan akun teman anda). Selain itu, anda juga bisa menggunakan fasilitas pembuatan bank virtual atau Virtual Bank Account (VBA). Saya akan coba memperkenalkan salah satu jasa yang memfasilitasi pembayaran seperti pembayaran komisi Amazon. 

 

Sumber: http://pembayarankomisiamazon.blogspot.com/2012/09/cara-mencairkan-komisi-amazon-dengan.html

Kata kunci artikel ini:

amazon affiliate cara mencairkan, cara mencairkan amazon, cara mencairkan amazon gift card, cara mencairkan check amazon, mencairkan gift card amazon, peluang kerja di luar teknologi industri pertanian institut pertanian bogor
Bagi anda para affiliate amazon, tentunya telah tahu dan mengenal cara pembayaran komisi amazon. Amazon menyediakan 3 alternatif cara pembayaran komisi kepada para affiliatenya yaitu: Gift Card, Direct Deposit dan Check. Masing-masing metode pembayaran komisi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Kali ini saya akan coba sharing pengalaman mencairkan komisi amazon dengan cara cepat menggunakan fasilitas Direct Deposit (DD).
Direct Deposit adalah metode pembayaran komisi amazon dengan menggunakan jaringan bank lokal Amerika. Pihak amazon akan men-transfer komisi anda secara langsung ke akun bank anda (No rekening Amerika), hanya jika anda memiliki akun bank di USA. Bagi anda yang tinggal di USA, tentu akan lebih mudah untuk mendapatkan akun bank lokal (USA) setempat. Namun, bagaimana dengan anda yang tinggal di Negara lain, seperti Indonesia?

Anda tidak perlu kuatir, anda dapat menggunakan jasa teman anda yang memiliki akun bank bank Amerika (anda akan membayar jasa karena menggunakan akun teman anda). Selain itu, anda juga bisa menggunakan fasilitas pembuatan bank virtual atau Virtual Bank Account (VBA). Saya akan coba memperkenalkan salah satu jasa yang memfasilitasi pembayaran seperti pembayaran komisi Amazon. 

 

Sumber: http://pembayarankomisiamazon.blogspot.com/2012/09/cara-mencairkan-komisi-amazon-dengan.html

Kata kunci artikel ini:

amazon affiliate cara mencairkan, cara mencairkan amazon, cara mencairkan amazon gift card, cara mencairkan check amazon, mencairkan gift card amazon, peluang kerja di luar teknologi industri pertanian institut pertanian bogor

Kajian Teknoekonomi Agroindustri Minuman Sari Tebu

Kajian Teknoekonomi Agroindustri : Minuman Sari Tebu  “Rejuvenate your stamina naturally”

1.1. Latar Belakang

Perubahan gaya hidup masyarakat yang dinamis ditandai dengan beredarnya berbagai macam produk “instan”. Saat individu tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sendiri karena tidak tersedianya sumberdaya waktu yang cukup, maka produk instan menjadi pilihan yang dirasa sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kebanyakan dari “kita’ sekarang ini sering berpikir bahwa akan lebih hemat bila mengkonsumsi produk instan. Hemat biaya sekaligus hemat waktu.

Salah satu produk instan yang diminati masyarakat saat ini adalah minuman ringan dalam kemasan. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik  mengenai jumlah perusahaan minuman ringan di seluruh Indonesia dan nilai produksi, serta volume produksi untuk tahun 1994 – 1997 diperoleh informasi bahwa nilai dan volume produksi minuman ringan secara keseluruhan menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap produk-produk minuman ringan cenderung mengalami kenaikan.

Minuman ringan yang saat ini sedang berkembang memiliki banyak varian baik dalam hal rasa, bahan pengisi, dan desain kemasan yang masing-masing memberikan nilai tawar tersendiri kepada konsumen. Kemungkinan munculnya produk-produk baru dalam industri ini masih memberikan peluang  yang cukup baik mengingat masih banyaknya hal  yang dapat dilakukan untuk menciptakan minuman ringan baru yang diterima oleh konsumen. Salah satu minuman ringan yang dapat dikembangkan melihat peluang ketersediaan bahan baku dan  cara penyajian yang baru adalah minuman sari tebu dalam kemasan dengan varian rasa tertentu misalnya lemon.

Jika dilihat dari potensi bahan baku yang ada, Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang memiliki luasan kebun tebu yang makin meningkat. Dalam 10 tahun terakhir luas areal perkebunan tebu di Indonesia terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 3,75% per tahun dari hanya seluas 340.660  ha pada 2000 meningkat menjadi 473.841 ha tahun 2009 (www.datacon.co.id, 2010). Pemanfaatan tebu selama ini sebatas pada pembuatan gula. Hal tersebut menyebabkan petani tidak mempunyai pilihan untuk menjual hasil kebun tebunya selain kepada industry gula. Dengan pendirian industry minuman sari tebu, petani dapat memiliki aada lternative untuk menjual hasil kebun tebunya.

Penyajian minuman sari tebu yang ada saat ini adalah melalui penjualan secara langsung yaitu tebu diperas dan hasil perasannya yang kemudian disajikan dalam bentuk cup atau kemasan yang lainnya. Tentunya hal ini tidak bisa dilakukan jika target jumlah konsumen dan cakupan wilayah ingin ditingkatkan dan diperluas karena daya jangkau dan daya tahan produk yang terbatas sehingga minuman sari tebu perlu disajkan dalam bentuk yang lain yang dapat menjangkau konsumen dengan cakupan yang lebih luas yaitu dalam bentuk kemasan dalam kaleng dengan tambahan cita rasa tertentu.

Pengolahan tebu menjadi minuman sari tebu diharapkan akan dapat meningkatkan nilai tambah produk olahan tebu. Dengan demikian, industry ini dapat meningkatkan taraf hidup petani tebu secara tidak langsung.

1.2.      Manfaat

Manfaat dari pendirian industri minuman sari tebu adalah :

  1. meningkatkan nilai tambah (added value) tebu sehingga pendapatan petani dapat meningkat;
  2.  membuka dan memperluas kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat;
  3. meningkatkan pendapatan penduduk setempat dan sekitarnya;
  4. mempercepat pembangunan dan pengembangan daerah yang bersangkutan, serta menambah pendapatan daerah berupa pajak dan retribusi;
  5. sebagai wujud peran serta terhadap program pemerintah dalam pengembangan pembangunan sektor pertanian;
  6. dampak positif pembangunan proyek ini adalah berkembangnya daerah sekitar proyek dalam segi sosial, ekonomi, kultural dan budaya terutama dan utama sekali bagi daerah di sekitar pendirian industri.

1.3.      Ruang Lingkup

Aspek-aspek yang dikaji dalam studi ini mencakup aspek kondisi wilayah, bahan baku, serta pasar dan pemasaran. Selain itu, juga akan dikaji mengenai aspek  teknis dan teknologis, manajemen produksi, dan finansial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PROFIL USAHA

 

2.1 Bentuk Perusahaan

Bentuk perusahaan yang akan dikembangkan adalah Perseroan terbatas (PT) dengan nama perusahaan PT. Sari Tebu Alami. Kepemilikan modal dalam perusahaan ini adalah berdasarkan investasi saham yang ditanamkan oleh anggota pemegang saham.. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Keuntungan  dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.

2.1 Struktur Organisasi

 

Direktur

Manager Produksi

Manager Operasioal

Manager Keuangan

Manager Marketing

Manager HRD

Kabag PPIC

Kabag QC  dan R & D

Kabag TU dan Admnistrasi

Kabag Purchasing

Kabag Penjualan

Kabag Pemasaran

Kabag Keamanan dan Kesejahteraaan

Kabag Pengembangan SDM

General manager

       

Gambar 1. Struktur organisasi perusahaan

Struktur organisasi  perusahaan disesuaikan dengan pembagian tugas secara fungsional untuk memudahkan dalam proses manajemen organisasi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan kegiatan dan pengontrolan. Masing-masing jabatan dalam struktur memiliki tugas dan tanggung jawab khusus sesuai dengan tingkatan dan bidangnya. Secara umum struktur organisasi terdiri dari Direktur yang menjadi pimpinan tertinggi dalam perusahaan, General Manager yang menjadi pimpinan bagi semua manager (Manager Produksi, Manager operasional, Manager keuangan, Manager SDM, dan Manager pemasaran) dan kepala bagian yang berada dibawah manager.

2.3 Visi dan Misi Perusahaan

                        Visi perusahaan adalah menjadikan perusahaan sebagai perusahaan minuman ringan yang memiliki daya saing dalam kancah perdagangan global. Adapun Misi perusahaan adalah :

  1. Meningkatkan nilai jual komoditas lokal khususnya tebu
  2. Membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja
  3. Menciptakan produk yang memiliki daya saing internasional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

3.1       Permintaan dan Penawaran Minuman ringan

            3.1.1   Permintaan

Minuman ringan mudah sekali diperoleh di berbagai tempat, mulai dari warung sampai toko-toko kecil. Minuman ringan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga independen (LPEM Universitas Indonesia) dan sebuah perusahaan riset pemasaran DEKA menunjukkan bahwa pada tahun 1999, 85% dari konsumen bulanan minuman ringan mempunyai pendapatan rumah tangga rata-rata di bawah Rp 1 juta (US$ 100) per bulan. 46% diantara mereka berpenghasilan kurang dari Rp 500.000 (US$50). 72% konsumen mingguan mempunyai penghasilan rata-rata kurang dari Rp 1 juta perbulan lebih dari 40 % diantara mereka adalah pelajar karyawan paruh waktu dan para pensiunan. Diantara konsumen mingguan, minuman ringan dikonsumsi sama seringnya dengan minuman sirup dan makanan ringan, dan jauh lebih sering dikonsumsi dibandingkan dengan es krim

Dengan konsumsi minuman ringan yang sedemikian luasnya, produk minuman ringan bukanlah barang mewah melainkan barang biasa. Industri minuman ringan memiliki potensi yang amat besar untuk dikembangkan dengan jumlah konsumsi per kapita yang masih rendah dan penduduk berusia muda yang sangat besar.

3.1.2   Penawaran

           Perkembangan Industri minuman ringan di Indonesia memiliki trend yang semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah outputnya. Output industri minuman ringan dari tahun 1996 sampai 2005 cenderung mengalami peningkatan dari 1.380.685.576 rupiah pada tahun 1996 menjadi 5.810.032.207 ribu rupiah pada tahun 2005. (Tabel.1).

Tingginya nilai permintaan menjadi indikator peluang dalam pendirian perusahaan yang memproduksi minuman ringan. Pada Tabel 1, dapat dilihat bahwa jumlah perusahaan juga cenderung mengalami peningkatan dari sebanyak 236 perusahaan pada tahun 1996 menjadi 263 perusahaan pada tahun 2005.

Industri minuman ringan juga termasuk salah satu industri yang tidak terlalu terganggu oleh krisis multi sektor yang terjadi pada tahun 1997/1998. Hal ini terbukti dengan tetap meningkatnya julah output serta jumlah perusahaan yang bergerak di industri minuman ringan pada tahun 1999. Kondisi setelahnya juga tampak tidak terlalu terpengaruh mengingat nilai penurunan dan peningkatannya termasuk dalam batas normal.

 

 

Tabel 1. Output (dalam ribuan rupiah) dan jumlah perusahaan dalam industry minuman ringan Indonesia Tahun1996-2005

Tahun

Jumlah Output

Jumlah perusahaan

1996

1.380.685.576

236

1997

1.581.802.563

242

1998

1.841.213.456

227

1999

1.885.283.242

241

2000

2.609.409.315

223

2001

2.974.895.275

218

2002

3.388.939.875

222

2003

3.645.000.556

212

2004

4.062.850.790

240

2005

5.810.032.207

263

Sumber : BPS

3.2       Persaingan dan Peluang Pasar

Minuman ringan pada dasarnya diklasifikasikan menjadi 6 jenis, yakni minuman sari buah, berkarbonasi, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), teh siap saji, kopi dan susu siap saji, serta minuman isotonik/energi. Berdasarkan persentase penguasaan pasar minuman ringan, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menduduki posisi tertinggi yaitu 65 %, diikuti minuman teh siap saji 14%, minuman ringan berkarbonasi 13% dan lainnya sebesar 8%. Melihat persentase pangsa pasar yang ada maka produk minuman sari tebu dalam kemasan akan mencoba untuk masuk dalam pasar produk minuman ringan selain AMDK, teh siap saji dan minuman ringan berkarbonasi yaitu sebesar 8% . Dari angka ini, target pasar yang akan diambil oleh perusahaan adalah 20%.

 

 

 

 

Gambar 2. Persentase pangsa pasar minuman ringan

 

Asumsi besaran angka  peluang pasar dihitung berdasarkan target pasar yang akan dituju yaitu jumlah orang dewasa berumur lebih dari 15 tahun dan pengembangan pasar keseluruh Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2010, data jumlah penduduk Indonesia yang berusia lebih dari 15 tahun adalah 171.017.420 jiwa. Berdasarkan data pada tabel 2. tersebut maka asumsi target produksi adalah sebesar 243.225 kaleng/hari.

Tabel 2. Asumsi target produksi berdasarkan potensi pasar

Uraian

Asumsi

Jumlah

Satuan

Konsumsi

8

liter per kapita
Jumlah target pasar

20%

             2,736,279

penduduk (15+)
Total produksi per tahun

           21,890,230

liter per tahun
Total produksi per bulan

             1,824,186

liter per bulan
Total produksi per hari

                   72,967

liter per hari
Kemasan 1 kaleng

                     0.300

liter
Produksi per tahun

           72,967,433

kaleng
Jumlah hari kerja/thn

                         300

Produksi per hari

                 243,225

kaleng

 

3.3   Strategi Pemasaran

Rencana pemasaran berkaitan dengan strategi pemasaran. Terdapat berbagai kegiatan yang harus dilalui oleh barang dan jasa sebelum sampai ke konsumen. Ruang lingkup kegiatan yang luas itu disederhanakan menjadi empat kebijakan pemasaran yang dapat dikontrol yang biasa disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix). Definisi dari bauran pemasaran adalah perpaduan dari tindakan-tindakan produk, harga, promosi dan distribusi dalam memasarkan produknya atau melayani konsumennya.

(a)  Strategi Produk

Menurut Ichsan et al. (2003), strategi produk mengasumsikan bahwa calon konsumen dalam menetapkan produk yang dibeli menitikberatkan pada kualitas dan karakteristik produk tersebut. Minuman sari tebu dalam kemasan adalah minuman yang  dihasilkan dari sari tebu asli yang dikemas dalam cup atau kaleng dengan tambahan beberapa varian rasa dan bahan pengisi tertentu seperti  nata aloevera . Keunggulan produk ini adalah cita rasa sari tebu alami tanpa menggunakan pemanis buatan dan mengandung vitamin Riboflavin dan kalori yang berasal dari  sari air tebu alami. Nama produk yang akan dipasarkan adalag “ Sugar Cane Energy Drink” dengan tagline “Rejuvenate Your Stamina Naturally”.

(b)  Strategi Harga

Umumnya harga ditetapkan perusahaan akan berada pada suatu titik antara harga yang terlalu rendah dan yang terlalu tinggi. Biaya produksi menentukan harga terendah dan persepsi konsumen terhadap nilai produk menentukan harga tertinggi. Perusahaan harus dapat menentukan harga diantara kedua titik tersebut untuk menentukan harga yang paling baik. Yang menjadi dasar penentuan harga jual minuman sari tebu ini adalah dengan melihat harga pokok produksi, lalu ditambah dengan margin yang diinginkan.  Penentuan harga jual ini juga dengan mempertimbangkan perkembangan harga jual minuman ringan di pasar.

Harga minuman ringan khususnya dalam kemasan kaleng di tingkat pengecer memiliki kisaran harga antara Rp 5.000 – Rp 6.000. Bagi para pengecer atau penjual grosir produk minuman ringan merupakan barang dagangan terpenting mereka dengan kontribusi sebesar 35% dari total penjualan dan nilai keuntungan sebesar 34%. Sehingga harga yang akan ditetapkan bagi perusahaan adalah pengurangan antara harga jual ditingkat pengecer dengan persentase keuntungan yang diberikan yaitu sekitar Rp 2.500 – Rp 3.500. Elastisitas harga minuman ringan terhadap permintaan adalah -1.19 yang berarti bahwa saat terjadi kenaikan harga, volume penjualan akan berkurang dengan prosentase yang lebih besar daripada prosentase kenaikan harga tersebut.Dengan demikian maka harga jual akan dipertahankan untuk tetap berada pada rentang yang tidak mengakibatkan penurunan atau berkurangnya penjualan.

(c)  Strategi Promosi

Promosi pada hakekatnya merupakan suatu bentuk komunikasi yang mencoba mempengaruhi perilaku pembelian dari pelanggan maupun calon pelanggan. Peran promosi adalah menjelaskan atau menginformasikan kepada pelanggan mengenai karakteristik dan keunggulan dari produk yang dimiliki. Promosi menunjukkan berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan kebaikan produknya, membujuk dan mengingatkan para pelanggan dan konsumen untuk membeli produk tersebut. Promosi untuk menjual minuman sari tebu yang dihasilkan oleh industri dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan media informasi seperti pembuatan iklan di surat kabar, internet dan televisi.

(d) Strategi Distribusi

Distribusi merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh pengusaha untuk menyalurkan, menyebarkan, mengirim serta menyampaikan barang yang dipasarkannya itu kepada konsumen. Startegi distribusi  dalam memasarkan produk minuman sari tebu dalam kemasan ini adalah melalui penjualan grosir dan pedagang eceran khususnya yang tersebar di kota-kota besar. Delapan puluh persen penjualan minuman ringan dilakukan oleh pengecer dan pedagang grosir dimana 90% diantaranya termasuk dalam kategori pengusaha kecil.

3.6 Bisnis Model

                       

3.7 Segmentasi Pasar

Sebagaimana minuman dalam kemasan yang telah banyak diproduksi , minuman sari tebu dalam kemasan juga memiliki segmentasi pasar yang sama yaitu sebuah produk minuman yang memiliki  nilai tawar  berupa rasa khas sari tebu asli yang bisa dinikmati oleh konsumen dengan tambahan berbagai varian rasa dan bahan pengisi yang tetap mempertahankan cita rasa sari tebu  yang alami.

Cakupan wilayah pasar yang ingin dicapai oleh perusahaan ini adalah wilayah Pulau Jawa yang menjadi target utama dan non Pulau Jawa khususnya di kota-kota besar seperti, Lampung, Medan, dan kota-kota besar lainnya. Kota-kota besar menjadi target pemasaran produk ini karena minuman ringan dalam kemasan sudah menjadi bagian dari gaya hidup konsumsi masyarakat perkotaan. Konsumen utama produk ini umumnya adalah orang dewasa khususnya para pemuda yang menjadi konsumen terbesar minuman ringan di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

ASPEK TEKNIS PRODUKSI

 

4.1.      Lokasi Usaha

Pabrik sari minuman air tebu ini akan didirikan di Malang, Jawa timur. Secara astronomis terletak 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, dengan batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara : Kecamatan Singosari dan Kec. Karangploso Kabupaten Malang
  • Sebelah Timur : Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang
  • Sebelah Selatan : Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang
  • Sebelah Barat : Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang

 Alasan pemilihan lokasi:

              Lokasi pabrik ini dipilih karena adanya beberapa faktor yang melandasi pertimbangan, yaitu sebagai berikut:

  1. Jawa timur merupakan daerah penghasil tebu yang terbesar di Indonesia yaitu sebesar 1.258.531 ton (sumber: Statistik Perkebunan 2008 – 2010). Lokasi usaha tidak harus dekat dengan sumber bahan baku, hal ini karena sifat bahan baku yang awet dan hanya dihasilkan didaerah tertentu. Namun demikian lokasi usaha yang dekat dengan bahan baku lebih baik untuk efisiensi biaya transportasi.
  2. Letak Kabupaten Malang yang relatif tidak jauh dengan pasar Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
  3. Tenaga kerja dapat diperoleh dengan mudah dari kota Malang dan sekitarnya, dimana jumlah penduduk Malang sampai tahun 2008 sebesar 816.637 jiwa yang terdiri dari 404.664 jiwa penduduk laki-laki, dan penduduk perempuan sebesar 411.973 jiwa (http://www.malangkota.go.id/index2.php?id=1606071) sehingga kebutuhan SDM dapat terpenuhi.
  4. Sarana infrastruktur (jalan, jembatan, fasilitas umum dll) serta listrik dan air cukup memadai.

 

4.2.      Fasilitas Produksi dan Peralatan

Berbagai fasilitas dan peralatan produksi yang dibutuhkan dalam usaha pengolahan minuman sari tebu antara lain :

  1.   Lahan pabrik sebagai tempat untuk kegiatan produksi dan non produksi. Luas lahan yang

dibutuhkan adalah 915 m2.

  1. Bangunan atau ruang produksi merupakan tempat kegiatan produksi mulai dari proses sortasi hingga proses pengemasan. Konstruksi dinding terbuat dari tembok dengan atap berupa seng atau genteng. Ruang produksi yang diperlukan seluas 225 m2.
  2. Ruang non produksi yang diperlukan adalah seluas 690 m2, dengan perincian sebagai berikut:
    1. Gudang penyimpanan bahan baku dan bahan pembantu yang diperlukan seluas

90 m2.

  1. Gudang produk jadi

Produk jadi disalurkan setiap satu minggu sekali. Oleh karena itu, luas lahan yang dibutuhkan untuk produk jadi hanya untuk produk yang diproduksi selama 1 minggu. Penyimpanan produk diletakkan di dalam krat yang berukuran 190 x 150 cm. Krat-krat tersebut disusun bertumpuk dengan ketinggian maksimum sebanyak tiga tumpuk. Gudang produk ini terletak bersebelahan dengan gudang bahan baku, dimana luas ruangan yang dibutuhkan adalah seluas 90 m2.

  1. Kantor

Luas ruangan yang dibutuhkan untuk kantor adalah satu ruang direktur seluas 15 m2, dua ruang manajer masing-masing seluas 7,5 m2, satu ruang tamu seluas 15 m2, ruang staf seluas 35 m2, dan satu kamar mandi untuk pria dan satu kamar mandi untuk wanita masing-masing seluas 10 m2, keseluruhan luas kantor adalah 100 m2.

  1. Sarana lain

Kebutuhan ruangan lainnya meliputi ruang panel listrik dan generator, tempat penanganan limbah, pos penjagaan, ruang mesin dan peralatan, kamar mandi, mushalla dan tempat parkir. Seluruh ruangan tersebut diperkirakan lahan seluas 100 m2.

Rincian kebutuhan fasilitas dan peralatan dapat dilihat pada Lampiran 1

 

4.3  Perencanaan Tata Letak Pabrik

            Perencanaan tata letak pabrik ini di dasarkan atas bagian alir proses bahan dan diagram keterkaitan antara aktivitas yang telah ditentukan sebelumnya. Selanjutnya pabrik disusun dengan denah yang efektif dan efesien, keefektifian dan keefesienan perancangan pabrik ini diperoleh dari minimalnya jarak perpindahan bahan, keteraturan tempat kerja dan runutan aliran proses.

 

 

 

 

 

 

R. Panel Listrik dan Generator

Ins. Pengolahan Limbah

R. Mesin dan Alat

 

 

 

Gudang Bahan Baku                                                                Baku      (90 m2)

 

 

 

 

Gudang Produk

(90 m2)

Ruang Produksi

( 225 m2)

Kantor

 ( 100 m2)

 

 

 

Pengeluaran                                                      Pemasukan

Produk Jadi                                                         Bahan Baku

Dan Bahan

Kemasan

 

 

 

Area Parkir

Mushola & Toilet

Pos Satpam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Rencana tata letak pabrik minuman sari tebu

 

4.4.      Bahan Baku

 

Bahan baku utama pembuatan sari minuman tebu adalah tebu hijau dengan kualitas yang baik (rendemen tinggi) yang diperoleh melalui pemasok yang berada di Jawa Timur dan sekitanya. Bahan baku ini merupakan produk lokal dan mudah didapatkan. Produksi tebu di Indonesia pada tahun 2009 mencapai 2,85 juta  ton pertahun. Tebu banyak dihasilkan di Indonesia terutama di Pulau Jawa, seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat.

Tebu ( Saccahrum Officinarum L. ) dapat tumbuh dengan baik di daerah ttropis dan sub tropis sampai batas garis isometric 20 ºC yaitu 39 º lintang utara dan 35 º lintang selatan. Untuk menghasilkan rendemen yang tinggi maka tebu terutama banyak ditanam di dataran rendah. Pada masa pertumbuhannya tebu memerlukan banyak air, sedangkan pada masa panen dikehendaki pada masa yang kering. Jika pada waktu masak terdapat banyak air maka akan terjadi pertumbuhan terus-menerus dari akar maupun tunas yang akan menyebabkan turunnya rendemen. Beberap faktor lain yang mempengaruhi rendemen dan produksi tebu antara lain tanah, pemupukan, dan penentuan wakt panen ( Goutara dan Wijandi 1985 dalam Erlina 2002 ).

Waktu panen tebu terbaik jika batang sudah masak (daun ujung membentuk kipas, kira-kira berumur 11-12 bulan). Pada sat tersebut potensi produksi gula tertinggi dan kadar non gula terendah, dengan kadar P2O5 tinggi yang menyebabkan tebu memliki rendemen yang paling tinggi.

Tebu yang telah dipanen dari areal budidaya tebu diangkut dan ditempatkan dalam areal penampungan. Untuk menghindari menurunnya rendemen, maka tenggang waktu yang ditolerir antara waktu tebang dan giling adalah kurang dari 48 jam.

Bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan sari tebu ini yaitu asam askorbat, asam sitrat, sodium sitrat, potasium sitrat, sodium phosphat, citrus pektin, karbon aktif dan invertase .

 

4.5  Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan bagian dari keseluruhan proses produksi yang menjalankan setiap tahap produksi. Tenaga kerja yang digunakan dalam industri sari minuman tebu terdiri atas dua yairu tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja  yangs secara langsung terlibat dalam proses produksi sedangkan tenaga kera tidak langsung merupakan tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Sistem penggajian pabrik minuman sari tebu ini didasarkan pada faktor –faktor berikut yaitu; kemampuan keuangan perusahaan, analisis beban kerja jabatan, devisi gaji antar jabatan, dan standar gaji pada perusahaan lain yang sejenis serta  UMR.

 

4.5.      Teknologi

Proses pengolahan minuman sari tebu sudah menggunakan teknologi yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan ada beberapa tahapan-tahapan proses pengolahan yang menggunakan mesin berteknologi tinggi seperti evaporator, mesin pasteurisasi. Mesin-mesin tersebut dapat dipesan/didapatkan dipasar domestik.

4.6.      Proses Produksi Minuman Sari Tebu

Proses pembuatan minuman sari tebu meliputi tahapan-tahapan : pembersihan dan sortasi, pencucian dan sterilisasi, pembilasan dan sterilisiasi, penggilingan dan pengekstrusian, Acidifikiasi dan stabilisasi, pegendapan, filtrasi, pemurnian (penyaringan), intermediate storage (penyimpanan lanjut), Brix, PH, Adjustment (penyesuaian brix, PH) dan Enzym treatment, penambahan flavor dan warna pasteurisasi,pendinginan, penyimpanan dan pengisisan (pengemasan). Diagram alir proses pembuatan minuman sari tebu disajikan pada Gambar 4.3.

  1. Pembersihan dan Sortasi

Proses sortasi dilakukan untuk memilih bahan baku yang sesuai dengan standar mutu minuman sari tebu. Proses ini dilakukan secara manual di tempat penerimaan bahan baku. Bahan baku yang tidak memenuhi syarat dikembalikan kepemasok, sedangkan yang memenuhi kriteria bahan baku akan dilakukan proses pembersihan meliputi akar, daun-daun bagian atas dan benda-benda asing.

  1. Pencucian dan Sterilisasi

Proses pencucian dilakukan dengan menggunakan water bath yang mengandung 0,1 – 1% (m/m) larutan yang mengandung seperempat senyawa ammonium sehingga proses sterilisasi menjadi lebih efektif. Hal ini dikarenakan larutan tersebut dapat menginaktifkan bakteri dan menghilangkan tanah yang masih terdapat pada tebu.

  1. Pembilasan dan sterilisasi

Proses ini dilakukan dengan memasukkan tebu kedalam bak air, dimana bak tersebut mengandung larutan klorin 50 – 200 ppm. Penggunaan larutan ini merupakan hal yang umum dilakukan untuk grade komersial.

  1. Penggilingan dan pengekstrusian

Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan roller crusher

  1. Acidifikiasi dan stabilisasi

Proses Acidifikasi dilakukan dengan menambahkan larutan asam askorbat 100-500 mg/l. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perubahan warna. Secara bersamaan ditambahkan juga larutan asam sitrat kemudian dilakukan proses mixing. Penambahan asam sitrat ini bertujuan untuk menurunkan ph larutan hingga dimencapai ph < 5. Sedangkan larutan dasar secara serentak ditambahkan sodium sitrat kemudian diaduk. Tujuan penambahan larutan ini adalah untuk menstabilkan larutan asam. Larutan dasar adalah 0,01 – 0,1 % (m/m) larutan

 

 

 

 

Bahan baku

Pembersihan  dan sortasi

Pencucian dan sterilisasi

Pembilasan dan sterilisasi

Penggilingan dan pengekstrasian

Pengasaman ( Acidifikiasi) dan Stabilisasi

Pengendapan

Pemflitrasian

Pemurnian

Penyimpanan Lanjutan (Intermediate Storage)

* Brix, PH, Adjustment (penyesuaian brix, PH)* Enzym treatment

Penambahan Flavour dan pewarna

Pasteurisasi

Pendinginan

Penyimpanan

Pengisian (pengemasan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4. Diagram alir proses pembuatan minuman sari tebu

 

  1. Pegendapan

Proses pengendapan dilakukan dengan membiarkan larutan tersebut selama ±1 jam, kemudian dilakukan proses koagulasi dan flokulasi dengan menggunakan koagulan poliakril amida dan anion polielektrolit (flokulan) dengan dosis tidak melebihi 35 mg/l. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan aroma dan foulants.

  1. Filtrasi

Proses filtrasi dilakukan dengan cara memasukkan sari tebu kedalam tubular ultrafiltration. Proses filtrasi ini berlangsung 2 tahap, tahap pertama dilakukan penyaringan terhadap partikel yang terkandung dalam sari tebu yang berukuran lebih besar dari 40000 x 10-9  kemudian pada tahap kedua dilanjutkan dengan penyaringan kembali untuk menghilangkan partikel-partikel yang berukuran lebih besar dari 5000 x 10-9. Tubular ultrafiltration  dioperasikan secara batch dengan resirkulasi dari sari tebu yang difilter pada tekanan umpan yang berkisar antara 200 – 600 kpa dengan suhu umpan yang bervariasi antara 25 ºC – 60 ºC

  1. Pemurnian (penyaringan)

Pemurnian dilakukan dengan menggunakan karbon aktif. Proses pemurnian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan residu residu odor dan warna yang tidak diinginkan.

  1. Intermediate storage (penyimpanan lanjut) dan Brix, ph, adjustment (penyesuaian brix, ph) serta enzym treatment. Proses intermediate storage dilakukan secara bersamaan dengan proses penambahan enzym invertase sebanyak 50mg – 100 mg kedalam sari buah kemudian dipanaskan pada suhu 60 ºC dan diaduk, dimana proses ini dilakukan selama ±6 jam. Hal ini dilakukan untuk merubah  inversi sukrosa yang terkandung pada sari buah menjadi fruktosa dan glukosa. Kemudian dilanjutkan dengan pengaturan brix sari buah menjadi 65 – 82º brix dengan cara evaporasi pada suhu dibawah 60 ºC dengan vacum tinggi setelah dicapai brix yang diinginkan maka konsentrat sari buah dipasteurisasi  pada suhu 75ºC – 90 ºC tidak boleh lebih dari 3 menit sampai dingin kembali mencapai suhu ambient.
    1. Penambahan flavor dan warna

Dilakukan dengan menambahkan citrus pektin sebanyak 0,1 – 1% (m/m) kedalam minuman sari tebu.

  1. Pasteurisasi

Dilakukan pada suhu 90ºC – 95 ºC selama 15- 25 detik

  1. Pendinginan dan Penyimpanan

Dilakukan proses pendinginan dengan cara menyimpan sari buah pada ruang dengan suhu dibawah 4 ºC dan sari buah disimpan di dalam kontainer (tangki penampung produk).

  1. Pengisian ( pengemasan)

Setelah dilakukan proses pengecekan quality control maka dilanjutkan dengan proses pengisian kedalam kaleng minuman yang berukuran 350 ml.

4.6.      Produksi optimum

 

Produksi optimum usaha pengolahan minuman sari tebu ini adalah 8,360,852 kaleng  perhari dengan menggunakan dua roller crusher. Tingkat produksi minuman sari tebu optimum sangat dipengaruhi oleh mutu bahan baku, efektifitas pemakaian mesin dan peralatan sesuai kapasitas terpasang, ketrampilan tenaga kerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

ASPEK KEUANGAN

 

Salah satu aspek penting yang menentukan apakah suatu usaha atau industri layak didirikan atau tidak adalah aspek keuangan. Dari analisis tersebut dapat diketahui kemampuan pengusaha untuk mengembalikan kredit yang diperoleh dari pemberi pinjaman, seperti bank. Analisis keuangan dapat dimanfaatkan pengusaha dalam proses perencanaan dan pengelolaan usaha industri “sugarcane energy drink”. Analisis dalam aspek keuangan meliputi telaah komponen dan struktur biaya, pendapatan, kebutuhan modal dan kredit, cash flow, evaluasi profitabilitas rencana investasi, analisis Break Even Point dan analisis sensitivitas.

5.1.            Pemilihan Pola Usaha

Ada beberapa pola usaha yang dapat dijadikan pilihan dalam industri “sugarcane energy drink” yaitu mendirikan usaha penjualan jus tebu menggunakan sarana gerobak secara mandiri, membeli franchise usaha jus tebu yang sudah ada, mendirikan industri minuman sari tebu “sugarcane energy drink” yang bermerek atau pola usaha manufaktur. Pola usaha pertama dan kedua sudah banyak dijumpai dipasaran, sedangkan pola usaha yang ketiga bisa dikatakan belum ada di Indonesia.

Dari jenis-jenis pola usaha tersebut dipilih pola usaha yang ketiga untuk dijadikan landasan perhitungan dalam aspek keuangan. Seperti yang telah dijelaskan dalam bab mengenai aspek teknis dan teknologis, pola usaha manufaktur menggunakan peralatan dan mesin yang sudah ada di pasar local, dan jika memang tidak ada di pasar local tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan impor alat tersebut. Secara ringkas alat yang digunakan adalah pencuci, alat sterilisasi, penghancur atau crusher, penyaring, mixer, filling ke alat pengemas dan lain-lain. Kapasitas produksi yang dipilih yaitu kapasitas luaran atau produk  8,360,852 kaleng  perhari yang disesuaikan dengan kapasitas mesin ekstrusi yang digunakan.

5.2.      Asumsi

Untuk melakukan perhitungan aspek keuangan untuk mengetahui kelayakan usaha diperlukan adanya beberapa asumsi yang terkait dengan aspek teknis teknologis dan pola pembiayaan. Asumsi yang digunakan dalam perhitungan aspek keuangan didasarkan pada industri minuman terutama energy drink dengan menggunakan data dari berbagai pustaka. Asumsi-asumsi usaha disajikan secara ringkas pada Tabel 5.1 dan secara lengkap pada Lampiran 2.

Proyek diasumsikan akan berjalan selama 10 tahun. Hal tersebut mempertimbangkan umur ekonomis mesin-mesin yang digunakan untuk produksi. Kegiatan produksi diasumsikan berjalan sepanjang tahun, dengan asumsi hari kerja adalah  25 hari per bulan dan rata-rata jam kerja adalah 7 jam kerja per hari.

Kapasitas produksi usaha diasumsikan sebesar 8,360,852 kaleng per hari atau setara dengan 2,508,255,493 kaleng per tahun. Harga jual produk diasumsikan sebesar Rp 2.750 per kaleng dan hasil produksi diasumsikan terjual seluruhnya secara bertahap. Tahapan penjualan direncanakan pada tahun pertama 75% produk akan terserap pasar, pada tahun kedua 80% produk terjual, pada tahun ketiga 85% produk terjual, pada tahun keempat 90% produk terjual dan mulai tahun kelima dan seterusnya 100% produk direncanakan terjual seluruhnya. Mesin produksi direncakan akan berjalan secara bertahap yaitu mulai dari kapasitas 80 % di tahun pertama hingga kapasitas optimal (100%)  mulai tahun ke-3 sampai akhir proyek (tahun ke-10). Sedangkan kapasitas operasi tahun ke-1 sebesar 80% dan tahun ke-2 sebesar 90%.

Tabel 5.1 Asumsi dan parameter teknis industri sugarcane energy drink

Diskripsi

Nilai

Satuan
Umur Proyek

10

tahun
Hari Kerja / bulan (7 jam perhari)

25

hari/bulan
Bulan Kerja / tahun

12

bulan/tahun
Kapasitas produksi minuman/hari       8,360,852kaleng
Kapasitas produksi minuman per tahun

2,508,255,493

kaleng
Harga jual minuman per kaleng

Rp2,750

Overhead (dari TK)

5.00%

Bunga Kredit

15.5%

Proporsi Pinjaman dan Modal Sendiri
  Dana Sendiri

65%

  Kredit

35%

Jangka waktu pengembalian kredit modal kerja

5

Tahun
Jangka waktu pengembalian kredit investasi

7

Tahun
Pajak

10%

Kapasitas operasi
  Kapasitas operasi tahun I

80.00%

  Kapasitas operasi tahun II

90.00%

  Kapasitas operasi tahun III-V

100.00%

 

5.3.      Komponen Biaya Investasi dan Biaya Operasional

5.3.1    Biaya Investasi

Komponen biaya investasi mencakup biaya-biaya : 1) Perijinan, 2) Bangunan, 3) Pengadaan alat dan mesin serta fasilitas lainnya. Biaya ini bersifat tetap dan dikeluarkan pada tahun ke-0 yaitu sebelum kegiatan operasi usaha dilaksanakan. Total kebutuhan biaya investasi yang diperlukan yaitu sebesar Rp. 7,182,100,000. Kebutuhan biaya untuk masing-masing komponen disajikan pada Tabel 5.2. Rincian lengkap komponen biaya investasi disajikan pada Lampiran 3.

Tabel 5.2. Kebutuhan biaya investasi industri sugarcane energy drink

No

Uraian

Jumlah

Jumlah

1

Biaya Perijinan

48,000,000

0.67%

2

Lahan dan Bangunan

5,600,600,000

77.98%

3

Mesin/Peralatan

533,500,000

7.43%

4

Fasilitas Lain

1,000,000,000

13.92%

Total

7,182,100,000

100.00%

 

Komponen biaya untuk lahan dan bangunan merupakan komponen biaya yang paling besar nilainya. Jumlah biaya untuk keperluan lahan dan bangunan mencapai 77,98% dari total kebutuhan biaya investasi.

5.3.2        Modal Kerja

Modal kerja merupakan dana yang digunakan untuk operasional usaha sampai usaha tersebut menghasilkan uang/pendapatan. Modal kerja meliputi biaya operasional usaha selama satu bulan sebesar Rp. 476,569,367,189 ditambah dengan stok bahan baku untuk bulan kedua selama satu bulan sebesar Rp. 6,429,160,481, sehingga total modal kerja sebesar Rp. 482,998,527,670. Komponen biaya modal kerja disajikan pada Tabel 5.3.

Tabel 5.3. Kebutuhan modal kerja industri sugarcane energy drink

`

Modal Kerja

Jumlah

1

~ Biaya operasi 1 bulan penuh

476,569,367,189

2

~ Stok bahan baku bulan ke-2

6,429,160,481

Total

482,998,527,670

 

5.3.3        Biaya Operasional

Biaya operasional merupakan biaya yang diperlukan dalam kegiatan produksi. Komponen biaya operasional mencakup biaya langsung/variabel dan biaya tetap. Komponen biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja langsung. Komponen biaya tetap terdiri dari tenaga kerja tetap, biaya perbaikan dan perawatan, overhead kantor/administrasi, biaya komunikasi, biaya pemasaran, biaya perawatan & perbaikan, biaya lain-lain (iuran, retribusi, dll), biaya transportasi, asuransi.

Kebutuhan biaya operasional industri pengolahan sugarcane energy drink pada kapasitas 100% besarnya mencapai Rp.  5,676,877,226,001, dengan perincian biaya variabel sebesar Rp. 5,675,629,526,001 dan biaya tetap sebesar Rp. 1,247,700,000. Komponen biaya operasional disajikan pada Tabel 5.4. Rincian komponen biaya operasional disajikan pada Lampiran 4.

Tabel 5.4 Kebutuhan biaya operasional industri sugarcane energy drink

No

Komponen Biaya

Nilai

Total Nilai

1

Biaya langsung/variabel *)

  5,675,629,526,001

~ Bahan baku

      77,149,925,766

~ Bahan penolong

  2,359,766,768,128

~ Utilitas

           238,125,000

~ Bahan bakar produksi

           300,000,000

~ Pengemasan

  3,237,652,707,106

~ Tenaga Kerja Langsung

           522,000,000

2

Biaya tetap

        1,247,700,000

Total

  5,676,877,226,001

Keterangan: *) pada kapasitas 100%

5.4.      Kebutuhan Dana untuk Investasi dan Modal Kerja

Kebutuhan dana untuk usaha industri sugarcane energy drink sebagaimana telah dijelaskan pada sub bab terdahulu meliputi biaya investasi sebesar Rp. 7,182,100,000 dan biaya modal kerja sebesar Rp. 482,998,527,670. Sumber dana yang digunakan untuk investasi dan modal kerja berasal dari dana sendiri dan kredit perbankan dengan proprosi sebesar 65%:35%. Kebutuhan dana investasi dan modal kerja disajikan pada Tabel 5.5.

Tabel 5.5 Kebutuhan dana investasi dan modal kerja industri sugarcane energy drink

NoKomponen Biaya

Prosentase

Total Nilai

1

Sumber Dana Investasi
~ Dana sendiri

65%

4,668,365,000

~ Kredit

35%

2,513,735,000

2

Sumber Dana Modal kerja
~ Dana sendiri

65%

313,949,042,985

~ Kredit

35%

169,049,484,685

3

Total Dana Proyek
~ Dana sendiri

318,617,407,985

~ Kredit

171,563,219,685

 Total

490,180,627,670

Kredit yang diberikan perbankan menggunakan tingkat suku bunga 15,5% dengan sistem perhitungan bunga efektif menurun. Jangka waktu pengembalian kredit investasi selama 7 tahun dan kredit modal kerja selama 5 tahun. Angsuran pokok dan bunga dibayarkan setiap tahun. Rencana pembayaran angsuran pokok dan bunga disajikan pada Tabel  5.6. Rincian rencana pembayaran angsuran pokok dan bunga disajikan pada Lampiran 5.

Tabel 5.6 Rencana pembayaran Kredit investasi dan Kredit modal kerja

Tahun

Angsuran Pokok

Angsuran Bunga

Total Angsuran

Kredit Investasi
Tahun ke-1

359  ,105,000

389,628,925

748,733,925

Tahun ke-2

359,105,000

333,967,650

693,072,650

Tahun ke-3

359,105,000

278,306,375

637,411,375

Tahun ke-4

359,105,000

222,645,100

581,750,100

Tahun ke-5

359,105,000

166,983,825

526,088,825

Tahun ke-6

359,105,000

111,322,550

470,427,550

Tahun ke-7

359,105,000

55,661,275

414,766,275

Kredit Investasi
Tahun ke-1

33,809,896,937

26,202,670,126

60,012,567,063

Tahun ke-2

33,809,896,937

20,962,136,101

54,772,033,038

Tahun ke-3

33,809,896,937

15,721,602,076

49,531,499,013

Tahun ke-4

33,809,896,937

10,481,068,050

44,290,964,987

Tahun ke-5

33,809,896,937

5,240,534,025

39,050,430,962

 

5.5.      Produksi dan Pendapatan

Berdasarkan asumsi, kapasitas produksi usaha perhari sebesar 8,360,852 kaleng per hari atau setara dengan 2,508,255,493 kaleng per tahun. Sementara kapasitas produksi pada tahun pertama sebesar 80%, tahun kedua sebesar 90% dan tahun ketiga sampai akhir proyek sebesar 100%. Sedangkan harga jual produk sugarcane energy drink diasumsikan sebesar Rp. 2.750 per kaleng.

Total pendapatan yang diperoleh pada tahun pertama pada kapasitas operasi 80% dan 75% terjual adalah sebesar Rp 4,138,621,564,000, tahun kedua pada kapasitas operasi 90% dan 80% terjual adalah sebesar Rp. 4,966,345,876,800. Mulai tahun ketiga kapasitas produksi direncanakan 100% dan mulai tahun kelima penjualan ditargetkan 100% terjual dengan nilai penjualan sebesar Rp. 6,897,702,606,667. Proyeksi produksi dan penjualan disajikan pada Tabel 5.7. Perincian rencana produksi dan penjualan disajikan pada Lampiran  6.

Tabel 5.7 a. Proyeksi produksi sugarcane energy drink

Uraian

Tahun 1

Tahun 2

Tahun 3-10

80%

90%

100%

Volume Produksi

          2,006,604,395

          2,257,429,944

          2,508,255,493

Nilai Penjualan

   5,518,162,085,333

   6,207,932,346,000

   6,897,702,606,667

 

 

 

Tabel 5.7 b. Proyeksi Penjualan sugarcane energy drink

URAIAN

TAHUN KE-1

TAHUN KE-2

TAHUN KE-3

TAHUN KE-4

TAHUN KE-5-10

persentase penjualan

75%

80%

90%

95%

100%

   Penjualan

4,138,621,564,000

4,966,345,876,800

6,207,932,346,000

6,552,817,476,333

6,897,702,606,667

 

5.6.      Proyeksi Laba Rugi dan Break Even Point

Berdasarkan proyeksi produksi dan pendapatan, dapat diketahui pula proyeksi keuntungan/kerugian usaha. Pada tahun pertama usaha dan tahun kedua, perusahaan belum menghasilkan keuntungan atau dengan kata lain masih merugi. Memasuki tahun ketiga perusahan mulai mendapatkan keuntungan bersih setelah pajak dengan nilai sebesar Rp 11,576,270,532, profit on sales 0.12% dan BEP sebesar Rp 207,613,097,153 atau 75,495,672 kaleng minuman. Rincian proyeksi laba rugi dan break event point disajikan pada Lampiran 7.

Rata-rata keuntungan usaha industri sugarcane energy drink selama periode proyek (10 tahun)  sebesar Rp 18,137,360,470, rata-rata profit on sales sebesar 0.25%.

5.7.      Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Proyek

Proyeksi arus kas dilakukan untuk mengetahui kewajiban keuangannya kepada pihak lain. Dalam analisis arus kas juga dilakukan perhitungan kelayakan usaha yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP) dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio).

Pada proyeksi arus kas, arus kas masuk merupakan nilai hasil penjualan produk selama satu tahun. Sedangkan arus keluar mencakup pula biaya pemasaran/distribusi.

Proyeksi arus kas dengan pengelolaan dana pembiayaan dari Bank maupun dana milik sendiri menunjukkan bahwa industri sugarcane energy drink dapat mengembalikan kewajiban kepada Bank dan  layak untuk dilaksanakan. Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan secara rinci disajikan pada Lampiran 8.

Hasil proyeksi pada tingkat suku bunga sebesar 15,5% yang disajikan pada Tabel 5.9 menunjukkan bahwa usaha ini memiliki NPV positif yaitu sebesar Rp 2,935,291,596,605, IRR lebih tinggi dari suku bunga yaitu sebesar 67.17% dan Net B/C Ratio lebih dari 1,00 yaitu sebesar 409.70. Sementara PBP selama 3 tahun 3 bulan menunjukkan bahwa investasi yang ditanamkan dapat tertutup kembali selama 3 tahun 3 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dilaksanakan.

Tabel 5.9 Ringkasan kelayakan usaha industri sugarcane energy drink

Kriteria

Nilai

Justifikasi Kelayakan

NPV (15.5%)

2,935,291,596,605

> 0
PBP

3 tahun 3 bulan

< 5 tahun
IRR

67.17%

> 15,5%
Net B/C ratio

409.70

> 1,00

5.8.      Analisis Sensitivitas Kelayakan Proyek

Analisis ini digunakan untuk mengetahui prediksi perubahan pendapatan dan pengeluaran yang menyebabkan perubahan pada arus kas. Analisis sensitivitas usaha dilakukan dengan tiga skenario perubahan yaitu penurunan harga jual produk, kenaikan biaya operasional serta kombinasi penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasional.

Hasil analisis sensitivitas pada masing-masing skenario dijelaskan sebagai berikut :

  1. Penurunan harga jual

Pada skenario ini terjadi penurunan harga jual produk sementara biaya investasi dan biaya operasional tetap.  Pada penurunan harga jual yang mengakibatkan penurunan pendapatan, usaha ini menjadi sensitif terhadapnya pada kisaran 9%-10%. Hasil analisis sensitivitas disajikan pada Tabel 5.10.

Tabel 5.10. Hasil analisis sensitivitas akibat penurunan harga jual

Uraian

Basis

Harga Jual

(-9%)

Harga Jual

(-10%)

NPV (15,5%)

2,935,291,596,605

281,170,162,621

-13,732,218,933

PBP

3 tahun 3 bulan

8 tahun 2 bulan

>10 tahun

IRR

67.17%

55.75%

53.87%

Net B/C Ratio

409.70

40.15

-0.91

Tabel diatas menunjukkan bahwa pada penurunan harga jual 9% diperoleh Net B/C Ratio lebih dari 1,00, NPV positif dan IRR mencapai 55.75%% serta PBP 8 tahun 2 bulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada suku bunga 15,5% dengan penurunan harga jual sebesar 9% maka proyek ini layak dilaksanakan. Pada penurunan harga jual sebesar 10% proyek ini tidak layak dilaksanakan karena NPV negatif, Net B/C Ratio kurang dari satu, dan PBP melebihi umur proyek.

  1. Kenaikan biaya operasional

Pada skenario ini terjadi kenaikan biaya operasional sedangkan biaya investasi dan harga jual produk tetap. Kenaikan biaya operasional ini meliputi biaya variabel dan biaya tetap. Kenaikan biaya operasional ini dapat disebabkan oleh kenaikan biaya bahan baku, bahan penolong, biaya tenaga kerja atau yang lainnya. Pada kenaikan biaya operasional, usaha ini menjadi sensitif terhadapnya pada kisaran 11%-12%. Hasil analisis sensitivitas disajikan pada Tabel 5.11.

Pada Tabel 5.11, kenaikan biaya operasional, baik biaya variabel maupun biaya tetap sebesar 11%, diperoleh Net B/C Ratio lebih dari 3.10, NPV positif dan IRR mencapai 55.65%% serta PBP 9 tahun 11 bulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada suku bunga 15,5% dengan peningkatan biaya operasional sebesar 11% maka proyek ini layak dilaksanakan. Pada peningkatan biaya operasional sebesar 12% proyek ini tidak layak dilaksanakan karena NPV negatif, Net B/C Ratio kurang dari 1,00 dan PBP melebihi umur proyek.

Tabel 5.11 Hasil analisis sensitivitas akibat kenaikan biaya operasional

Uraian

Basis

Biaya Operasional (+11%)

Biaya Operasional (+12%)

NPV (15,5%)

2,935,291,596,605

15,046,722,168

-250,430,084,599

PBP

3 tahun 3 bulan

9 tahun 11 bulan

11 tahun 7 bulan

IRR

67.17%

55.65%

54.11%

Net B/C Ratio

409.70

3.10

-33.87

 

  1. Penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasi

Pada skenario ini terjadi penurunan harga jual sekaligus terjadi kenaikan biaya operasional pada saat yang sama dengan persentase yang sama. Pada kondisi ini, usaha menjadi sensitif terhadap penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasional pada kisaran 5%-6%. Hasil analisis sensitivitas disajikan pada Tabel 5.12.

Tabel 5.12 Hasil analisis sensitivitas akibat penurunan harga dan kenaikan

biaya operasional

Uraian

Basis

Harga Jual

(-5%) & Biaya Operasional (+5%)

Harga Jual

(-6%) & Biaya Operasional (+6%)

NPV (15,5%)

2,935,291,596,605

133,395,655,001

-426,983,533,320

PBP

3 tahun 3 bulan

9 tahun 1 bulan

> 10 tahun

IRR

67.17%

55.54%

51.90%

Net B/C Ratio

409.70

19.57

-58.45

 

Tabel diatas menunjukkan bahwa kombinasi penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasional sebesar 5% diperoleh Net B/C Ratio lebih dari 1,00, NPV positif dan IRR mencapai 55.54% serta PBP 9 tahun 1 bulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada suku bunga 15,5% dengan penurunan harga jual dan peningkatan biaya operasional 5% maka proyek ini layak dilaksanakan. Pada penurunan harga jual dan peningkatan biaya operasional sebesar 6% proyek ini tidak layak dilaksanakan Net B/C Ratio kurang dari satu, NPV negatif dan PBP melebihi umur proyek.

Hasil analisis sensitivitas terhadap semua skenario menyatakan bahwa usaha ini lebih sensitif terhadap perubahan harga jual produk dibandingkan terhadap perubahan biaya operasional. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan harga jual sebesar 10% telah menyebabkan usaha tidak layak dilaksanakan, sedangkan pada kenaikan biaya operasional sebesar 11% usaha masih layak dilaksanakan. Analisis sensitivitas secara lengkap disajikan pada Lampiran 9.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

 

7.1.            Kesimpulan

  1. Industri minuman sari tebu merupakan industri yang masih berpotensi untuk dikembangkan, dengan sumber bahan baku yang cukup memadai di Indonesia 2,85 juta ton pertahun dan besarnya potensi tebu yang belum termanfaatkan. Industri ini juga meningkatkan nilai ekonomis tebu dan sebagai salah satu minuman  sumber energi. Selain itu, industri minuman ringan masih memberikan peluang pasar yang cukup baik  karena trend pertumbuhannya dari tahun ketahun meningkat
  2. Hasil analisis usaha sohun pada tingkat suku bunga 15,5 % per tahun dan skala usaha 600 kg per hari menunjukkan layak diusahakan berdasarkan indikator kelayakan finansial, yaitu  NPV = Rp 407.573.821, IRR = 56,30%, Net B/C ratio = 2,28 dan masa pengembalian modal (PBP) selama 2 tahun      2 bulan.
  3. Hasil analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa usaha industri sohun bersifat lebih sensitif terhadap perubahan harga jual produk dibandingkan perubahan atau kenaikan biaya operasional.
  4. Pengembangan usaha industri minuman sari tebu memberikan manfaat yang positif baik dari aspek sosial ekonomi baik lokal maupun regional antara lain menyerap pengangguran, meningkatkan pendapatan petani sagu dan pendapatan daerah

 

7.2.      Saran

  1. Berdasarkan potensi bahan baku, prospek pasar, tingkat teknologi proses dan aspek finansial, usaha industri sari minuman tebu  layak untuk direalisasikan dan disarankan Bank dapat memberikan kredit untuk pengembangan usaha ini, khususnya terhadap usaha kecil dan menengah
  2. Usaha industri ini perlu terus dibina agar dapat meningkatkan mutu produknya agar sesuai standar yang berlaku dengan cara upgrading teknologi sehingga prosesnya lebih efektif dan efisien. Penyesuaian standar mutu juga diperlukan agar produk minuman sari tebu  dapat bersaing dipasar ekspor.
  3. Penelitian yang berkesinambungan perlu dilakukan untuk menciptakan teknologi yang lebih baik,  bahan baku yang menghasilkan mutu minumasn sari tebu paling baik dan pengawasan terhadap bahan baku/penolong yang berbahaya bagi manusia.

 

 

 

 

 

Lampiran 1. Fasilitas dan peralatan produksi

No

Asumsi

Satuan

Jumlah/nilai

1

Water bath dan bak penampungan

Set unit

2

2

Pengaduk

Unit

2

3

Roller crusher

Unit

2

4

Tubular Ultrafiltration

Unit

2

5

Pre cooking unit

Unit

4

6

Tangki pencampur (mixer) + pengaduk baling-baling

Unit

2

7

Pasteurisator

Unit

2

8

Bak sedimentasi

Unit

5

9

Genset

Unit

1

10

Pompa air

Unit

2

11

Penampungan air

Unit

2

12

Tangki penampung produk

Unit

3

13

Timbangan besar 50 kg

Unit

1

14

Timbangan mikro

Unit

3

115

Evaporator

Unit

2

16

Kereta dorong

Unit

2

17

Krat

Unit

5300

18

Alat pengisi

Unit

4

19

Pipa/slang

M

15

20

Bangunan produksi

M2

225

21

kantor

M2

100

22

Gudang penyimpanan bahan baku dan bahan pembantu

M2

90

23

Gudang produk jadi

M2

90

24

Sarana lain

M2

450

25

Sumur

Unit

1

 

 

 

 

 

 

Lampiran 10. Kebutuhan tenaga kerja

Jabatan

Jumlah

  1. 1.         Pekerja Tak Langsung
Direktur

1

Manajer Administrasi dan Keuangan

1

Kabag. Teknik

1

Kabag. Administrasi dan Keuangan

1

Kabag. Pemasaran

1

Supervisor Keuangan

1

Supervisor Keamanan

1

Supervisor Bengkel

1

Supervisor Administrasi

1

Staf khusus

11

  1. 2.         Pekerja Langsung
Manajer Produksi

1

Kabag. QC

1

Kabag. Produksi

1

Supervisor Gudang

1

Supervisor QC

1

Supervisor Bahan Baku

1

Supervisor Produksi

1

Staf Produksi

15

Total

42

 

 

 

 

Kata kunci artikel ini:

air tebu kemasan, sterilisasi mesin tebu, agroindustri tebu, tekno ekonomi agroindustri, pengertian prosentase rendemen pada teh, jual minuman ringan sari tebu, proses pengemasan olahan tebu, www minumantebu, minuman sari tebu kombinasi, air tebu dalam kemasan, pengawasan mutu sari tebu, pengemasan pada tebu, jurnal tentang karakteristik dan kelayakan agroindustri, perencanaan tata letak industri minuman, produk olahan dari tebu, produk olahan tebu, sari tebu kemasan, PROSENTASE KEUNTUNGAN BERJUALAN ES JUS, tips menyimpan batang tebu, sari tebu dimalang

Kajian Teknoekonomi Agroindustri : Minuman Sari Tebu  “Rejuvenate your stamina naturally”

1.1. Latar Belakang

Perubahan gaya hidup masyarakat yang dinamis ditandai dengan beredarnya berbagai macam produk “instan”. Saat individu tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sendiri karena tidak tersedianya sumberdaya waktu yang cukup, maka produk instan menjadi pilihan yang dirasa sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kebanyakan dari “kita’ sekarang ini sering berpikir bahwa akan lebih hemat bila mengkonsumsi produk instan. Hemat biaya sekaligus hemat waktu.

Salah satu produk instan yang diminati masyarakat saat ini adalah minuman ringan dalam kemasan. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik  mengenai jumlah perusahaan minuman ringan di seluruh Indonesia dan nilai produksi, serta volume produksi untuk tahun 1994 – 1997 diperoleh informasi bahwa nilai dan volume produksi minuman ringan secara keseluruhan menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap produk-produk minuman ringan cenderung mengalami kenaikan.

Minuman ringan yang saat ini sedang berkembang memiliki banyak varian baik dalam hal rasa, bahan pengisi, dan desain kemasan yang masing-masing memberikan nilai tawar tersendiri kepada konsumen. Kemungkinan munculnya produk-produk baru dalam industri ini masih memberikan peluang  yang cukup baik mengingat masih banyaknya hal  yang dapat dilakukan untuk menciptakan minuman ringan baru yang diterima oleh konsumen. Salah satu minuman ringan yang dapat dikembangkan melihat peluang ketersediaan bahan baku dan  cara penyajian yang baru adalah minuman sari tebu dalam kemasan dengan varian rasa tertentu misalnya lemon.

Jika dilihat dari potensi bahan baku yang ada, Indonesia merupakan salah satu negara agraris yang memiliki luasan kebun tebu yang makin meningkat. Dalam 10 tahun terakhir luas areal perkebunan tebu di Indonesia terus meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 3,75% per tahun dari hanya seluas 340.660  ha pada 2000 meningkat menjadi 473.841 ha tahun 2009 (www.datacon.co.id, 2010). Pemanfaatan tebu selama ini sebatas pada pembuatan gula. Hal tersebut menyebabkan petani tidak mempunyai pilihan untuk menjual hasil kebun tebunya selain kepada industry gula. Dengan pendirian industry minuman sari tebu, petani dapat memiliki aada lternative untuk menjual hasil kebun tebunya.

Penyajian minuman sari tebu yang ada saat ini adalah melalui penjualan secara langsung yaitu tebu diperas dan hasil perasannya yang kemudian disajikan dalam bentuk cup atau kemasan yang lainnya. Tentunya hal ini tidak bisa dilakukan jika target jumlah konsumen dan cakupan wilayah ingin ditingkatkan dan diperluas karena daya jangkau dan daya tahan produk yang terbatas sehingga minuman sari tebu perlu disajkan dalam bentuk yang lain yang dapat menjangkau konsumen dengan cakupan yang lebih luas yaitu dalam bentuk kemasan dalam kaleng dengan tambahan cita rasa tertentu.

Pengolahan tebu menjadi minuman sari tebu diharapkan akan dapat meningkatkan nilai tambah produk olahan tebu. Dengan demikian, industry ini dapat meningkatkan taraf hidup petani tebu secara tidak langsung.

1.2.      Manfaat

Manfaat dari pendirian industri minuman sari tebu adalah :

  1. meningkatkan nilai tambah (added value) tebu sehingga pendapatan petani dapat meningkat;
  2.  membuka dan memperluas kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat;
  3. meningkatkan pendapatan penduduk setempat dan sekitarnya;
  4. mempercepat pembangunan dan pengembangan daerah yang bersangkutan, serta menambah pendapatan daerah berupa pajak dan retribusi;
  5. sebagai wujud peran serta terhadap program pemerintah dalam pengembangan pembangunan sektor pertanian;
  6. dampak positif pembangunan proyek ini adalah berkembangnya daerah sekitar proyek dalam segi sosial, ekonomi, kultural dan budaya terutama dan utama sekali bagi daerah di sekitar pendirian industri.

1.3.      Ruang Lingkup

Aspek-aspek yang dikaji dalam studi ini mencakup aspek kondisi wilayah, bahan baku, serta pasar dan pemasaran. Selain itu, juga akan dikaji mengenai aspek  teknis dan teknologis, manajemen produksi, dan finansial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PROFIL USAHA

 

2.1 Bentuk Perusahaan

Bentuk perusahaan yang akan dikembangkan adalah Perseroan terbatas (PT) dengan nama perusahaan PT. Sari Tebu Alami. Kepemilikan modal dalam perusahaan ini adalah berdasarkan investasi saham yang ditanamkan oleh anggota pemegang saham.. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Keuntungan  dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.

2.1 Struktur Organisasi

 

Direktur

Manager Produksi

Manager Operasioal

Manager Keuangan

Manager Marketing

Manager HRD

Kabag PPIC

Kabag QC  dan R & D

Kabag TU dan Admnistrasi

Kabag Purchasing

Kabag Penjualan

Kabag Pemasaran

Kabag Keamanan dan Kesejahteraaan

Kabag Pengembangan SDM

General manager

       

Gambar 1. Struktur organisasi perusahaan

Struktur organisasi  perusahaan disesuaikan dengan pembagian tugas secara fungsional untuk memudahkan dalam proses manajemen organisasi mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan kegiatan dan pengontrolan. Masing-masing jabatan dalam struktur memiliki tugas dan tanggung jawab khusus sesuai dengan tingkatan dan bidangnya. Secara umum struktur organisasi terdiri dari Direktur yang menjadi pimpinan tertinggi dalam perusahaan, General Manager yang menjadi pimpinan bagi semua manager (Manager Produksi, Manager operasional, Manager keuangan, Manager SDM, dan Manager pemasaran) dan kepala bagian yang berada dibawah manager.

2.3 Visi dan Misi Perusahaan

                        Visi perusahaan adalah menjadikan perusahaan sebagai perusahaan minuman ringan yang memiliki daya saing dalam kancah perdagangan global. Adapun Misi perusahaan adalah :

  1. Meningkatkan nilai jual komoditas lokal khususnya tebu
  2. Membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja
  3. Menciptakan produk yang memiliki daya saing internasional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

III. ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

3.1       Permintaan dan Penawaran Minuman ringan

            3.1.1   Permintaan

Minuman ringan mudah sekali diperoleh di berbagai tempat, mulai dari warung sampai toko-toko kecil. Minuman ringan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan. Survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga independen (LPEM Universitas Indonesia) dan sebuah perusahaan riset pemasaran DEKA menunjukkan bahwa pada tahun 1999, 85% dari konsumen bulanan minuman ringan mempunyai pendapatan rumah tangga rata-rata di bawah Rp 1 juta (US$ 100) per bulan. 46% diantara mereka berpenghasilan kurang dari Rp 500.000 (US$50). 72% konsumen mingguan mempunyai penghasilan rata-rata kurang dari Rp 1 juta perbulan lebih dari 40 % diantara mereka adalah pelajar karyawan paruh waktu dan para pensiunan. Diantara konsumen mingguan, minuman ringan dikonsumsi sama seringnya dengan minuman sirup dan makanan ringan, dan jauh lebih sering dikonsumsi dibandingkan dengan es krim

Dengan konsumsi minuman ringan yang sedemikian luasnya, produk minuman ringan bukanlah barang mewah melainkan barang biasa. Industri minuman ringan memiliki potensi yang amat besar untuk dikembangkan dengan jumlah konsumsi per kapita yang masih rendah dan penduduk berusia muda yang sangat besar.

3.1.2   Penawaran

           Perkembangan Industri minuman ringan di Indonesia memiliki trend yang semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan jumlah outputnya. Output industri minuman ringan dari tahun 1996 sampai 2005 cenderung mengalami peningkatan dari 1.380.685.576 rupiah pada tahun 1996 menjadi 5.810.032.207 ribu rupiah pada tahun 2005. (Tabel.1).

Tingginya nilai permintaan menjadi indikator peluang dalam pendirian perusahaan yang memproduksi minuman ringan. Pada Tabel 1, dapat dilihat bahwa jumlah perusahaan juga cenderung mengalami peningkatan dari sebanyak 236 perusahaan pada tahun 1996 menjadi 263 perusahaan pada tahun 2005.

Industri minuman ringan juga termasuk salah satu industri yang tidak terlalu terganggu oleh krisis multi sektor yang terjadi pada tahun 1997/1998. Hal ini terbukti dengan tetap meningkatnya julah output serta jumlah perusahaan yang bergerak di industri minuman ringan pada tahun 1999. Kondisi setelahnya juga tampak tidak terlalu terpengaruh mengingat nilai penurunan dan peningkatannya termasuk dalam batas normal.

 

 

Tabel 1. Output (dalam ribuan rupiah) dan jumlah perusahaan dalam industry minuman ringan Indonesia Tahun1996-2005

Tahun

Jumlah Output

Jumlah perusahaan

1996

1.380.685.576

236

1997

1.581.802.563

242

1998

1.841.213.456

227

1999

1.885.283.242

241

2000

2.609.409.315

223

2001

2.974.895.275

218

2002

3.388.939.875

222

2003

3.645.000.556

212

2004

4.062.850.790

240

2005

5.810.032.207

263

Sumber : BPS

3.2       Persaingan dan Peluang Pasar

Minuman ringan pada dasarnya diklasifikasikan menjadi 6 jenis, yakni minuman sari buah, berkarbonasi, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), teh siap saji, kopi dan susu siap saji, serta minuman isotonik/energi. Berdasarkan persentase penguasaan pasar minuman ringan, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menduduki posisi tertinggi yaitu 65 %, diikuti minuman teh siap saji 14%, minuman ringan berkarbonasi 13% dan lainnya sebesar 8%. Melihat persentase pangsa pasar yang ada maka produk minuman sari tebu dalam kemasan akan mencoba untuk masuk dalam pasar produk minuman ringan selain AMDK, teh siap saji dan minuman ringan berkarbonasi yaitu sebesar 8% . Dari angka ini, target pasar yang akan diambil oleh perusahaan adalah 20%.

 

 

 

 

Gambar 2. Persentase pangsa pasar minuman ringan

 

Asumsi besaran angka  peluang pasar dihitung berdasarkan target pasar yang akan dituju yaitu jumlah orang dewasa berumur lebih dari 15 tahun dan pengembangan pasar keseluruh Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2010, data jumlah penduduk Indonesia yang berusia lebih dari 15 tahun adalah 171.017.420 jiwa. Berdasarkan data pada tabel 2. tersebut maka asumsi target produksi adalah sebesar 243.225 kaleng/hari.

Tabel 2. Asumsi target produksi berdasarkan potensi pasar

Uraian

Asumsi

Jumlah

Satuan

Konsumsi

8

liter per kapita
Jumlah target pasar

20%

             2,736,279

penduduk (15+)
Total produksi per tahun

           21,890,230

liter per tahun
Total produksi per bulan

             1,824,186

liter per bulan
Total produksi per hari

                   72,967

liter per hari
Kemasan 1 kaleng

                     0.300

liter
Produksi per tahun

           72,967,433

kaleng
Jumlah hari kerja/thn

                         300

Produksi per hari

                 243,225

kaleng

 

3.3   Strategi Pemasaran

Rencana pemasaran berkaitan dengan strategi pemasaran. Terdapat berbagai kegiatan yang harus dilalui oleh barang dan jasa sebelum sampai ke konsumen. Ruang lingkup kegiatan yang luas itu disederhanakan menjadi empat kebijakan pemasaran yang dapat dikontrol yang biasa disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix). Definisi dari bauran pemasaran adalah perpaduan dari tindakan-tindakan produk, harga, promosi dan distribusi dalam memasarkan produknya atau melayani konsumennya.

(a)  Strategi Produk

Menurut Ichsan et al. (2003), strategi produk mengasumsikan bahwa calon konsumen dalam menetapkan produk yang dibeli menitikberatkan pada kualitas dan karakteristik produk tersebut. Minuman sari tebu dalam kemasan adalah minuman yang  dihasilkan dari sari tebu asli yang dikemas dalam cup atau kaleng dengan tambahan beberapa varian rasa dan bahan pengisi tertentu seperti  nata aloevera . Keunggulan produk ini adalah cita rasa sari tebu alami tanpa menggunakan pemanis buatan dan mengandung vitamin Riboflavin dan kalori yang berasal dari  sari air tebu alami. Nama produk yang akan dipasarkan adalag “ Sugar Cane Energy Drink” dengan tagline “Rejuvenate Your Stamina Naturally”.

(b)  Strategi Harga

Umumnya harga ditetapkan perusahaan akan berada pada suatu titik antara harga yang terlalu rendah dan yang terlalu tinggi. Biaya produksi menentukan harga terendah dan persepsi konsumen terhadap nilai produk menentukan harga tertinggi. Perusahaan harus dapat menentukan harga diantara kedua titik tersebut untuk menentukan harga yang paling baik. Yang menjadi dasar penentuan harga jual minuman sari tebu ini adalah dengan melihat harga pokok produksi, lalu ditambah dengan margin yang diinginkan.  Penentuan harga jual ini juga dengan mempertimbangkan perkembangan harga jual minuman ringan di pasar.

Harga minuman ringan khususnya dalam kemasan kaleng di tingkat pengecer memiliki kisaran harga antara Rp 5.000 – Rp 6.000. Bagi para pengecer atau penjual grosir produk minuman ringan merupakan barang dagangan terpenting mereka dengan kontribusi sebesar 35% dari total penjualan dan nilai keuntungan sebesar 34%. Sehingga harga yang akan ditetapkan bagi perusahaan adalah pengurangan antara harga jual ditingkat pengecer dengan persentase keuntungan yang diberikan yaitu sekitar Rp 2.500 – Rp 3.500. Elastisitas harga minuman ringan terhadap permintaan adalah -1.19 yang berarti bahwa saat terjadi kenaikan harga, volume penjualan akan berkurang dengan prosentase yang lebih besar daripada prosentase kenaikan harga tersebut.Dengan demikian maka harga jual akan dipertahankan untuk tetap berada pada rentang yang tidak mengakibatkan penurunan atau berkurangnya penjualan.

(c)  Strategi Promosi

Promosi pada hakekatnya merupakan suatu bentuk komunikasi yang mencoba mempengaruhi perilaku pembelian dari pelanggan maupun calon pelanggan. Peran promosi adalah menjelaskan atau menginformasikan kepada pelanggan mengenai karakteristik dan keunggulan dari produk yang dimiliki. Promosi menunjukkan berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan kebaikan produknya, membujuk dan mengingatkan para pelanggan dan konsumen untuk membeli produk tersebut. Promosi untuk menjual minuman sari tebu yang dihasilkan oleh industri dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan media informasi seperti pembuatan iklan di surat kabar, internet dan televisi.

(d) Strategi Distribusi

Distribusi merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh pengusaha untuk menyalurkan, menyebarkan, mengirim serta menyampaikan barang yang dipasarkannya itu kepada konsumen. Startegi distribusi  dalam memasarkan produk minuman sari tebu dalam kemasan ini adalah melalui penjualan grosir dan pedagang eceran khususnya yang tersebar di kota-kota besar. Delapan puluh persen penjualan minuman ringan dilakukan oleh pengecer dan pedagang grosir dimana 90% diantaranya termasuk dalam kategori pengusaha kecil.

3.6 Bisnis Model

                       

3.7 Segmentasi Pasar

Sebagaimana minuman dalam kemasan yang telah banyak diproduksi , minuman sari tebu dalam kemasan juga memiliki segmentasi pasar yang sama yaitu sebuah produk minuman yang memiliki  nilai tawar  berupa rasa khas sari tebu asli yang bisa dinikmati oleh konsumen dengan tambahan berbagai varian rasa dan bahan pengisi yang tetap mempertahankan cita rasa sari tebu  yang alami.

Cakupan wilayah pasar yang ingin dicapai oleh perusahaan ini adalah wilayah Pulau Jawa yang menjadi target utama dan non Pulau Jawa khususnya di kota-kota besar seperti, Lampung, Medan, dan kota-kota besar lainnya. Kota-kota besar menjadi target pemasaran produk ini karena minuman ringan dalam kemasan sudah menjadi bagian dari gaya hidup konsumsi masyarakat perkotaan. Konsumen utama produk ini umumnya adalah orang dewasa khususnya para pemuda yang menjadi konsumen terbesar minuman ringan di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

ASPEK TEKNIS PRODUKSI

 

4.1.      Lokasi Usaha

Pabrik sari minuman air tebu ini akan didirikan di Malang, Jawa timur. Secara astronomis terletak 112,06° – 112,07° Bujur Timur dan 7,06° – 8,02° Lintang Selatan, dengan batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara : Kecamatan Singosari dan Kec. Karangploso Kabupaten Malang
  • Sebelah Timur : Kecamatan Pakis dan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang
  • Sebelah Selatan : Kecamatan Tajinan dan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang
  • Sebelah Barat : Kecamatan Wagir dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang

 Alasan pemilihan lokasi:

              Lokasi pabrik ini dipilih karena adanya beberapa faktor yang melandasi pertimbangan, yaitu sebagai berikut:

  1. Jawa timur merupakan daerah penghasil tebu yang terbesar di Indonesia yaitu sebesar 1.258.531 ton (sumber: Statistik Perkebunan 2008 – 2010). Lokasi usaha tidak harus dekat dengan sumber bahan baku, hal ini karena sifat bahan baku yang awet dan hanya dihasilkan didaerah tertentu. Namun demikian lokasi usaha yang dekat dengan bahan baku lebih baik untuk efisiensi biaya transportasi.
  2. Letak Kabupaten Malang yang relatif tidak jauh dengan pasar Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
  3. Tenaga kerja dapat diperoleh dengan mudah dari kota Malang dan sekitarnya, dimana jumlah penduduk Malang sampai tahun 2008 sebesar 816.637 jiwa yang terdiri dari 404.664 jiwa penduduk laki-laki, dan penduduk perempuan sebesar 411.973 jiwa (http://www.malangkota.go.id/index2.php?id=1606071) sehingga kebutuhan SDM dapat terpenuhi.
  4. Sarana infrastruktur (jalan, jembatan, fasilitas umum dll) serta listrik dan air cukup memadai.

 

4.2.      Fasilitas Produksi dan Peralatan

Berbagai fasilitas dan peralatan produksi yang dibutuhkan dalam usaha pengolahan minuman sari tebu antara lain :

  1.   Lahan pabrik sebagai tempat untuk kegiatan produksi dan non produksi. Luas lahan yang

dibutuhkan adalah 915 m2.

  1. Bangunan atau ruang produksi merupakan tempat kegiatan produksi mulai dari proses sortasi hingga proses pengemasan. Konstruksi dinding terbuat dari tembok dengan atap berupa seng atau genteng. Ruang produksi yang diperlukan seluas 225 m2.
  2. Ruang non produksi yang diperlukan adalah seluas 690 m2, dengan perincian sebagai berikut:
    1. Gudang penyimpanan bahan baku dan bahan pembantu yang diperlukan seluas

90 m2.

  1. Gudang produk jadi

Produk jadi disalurkan setiap satu minggu sekali. Oleh karena itu, luas lahan yang dibutuhkan untuk produk jadi hanya untuk produk yang diproduksi selama 1 minggu. Penyimpanan produk diletakkan di dalam krat yang berukuran 190 x 150 cm. Krat-krat tersebut disusun bertumpuk dengan ketinggian maksimum sebanyak tiga tumpuk. Gudang produk ini terletak bersebelahan dengan gudang bahan baku, dimana luas ruangan yang dibutuhkan adalah seluas 90 m2.

  1. Kantor

Luas ruangan yang dibutuhkan untuk kantor adalah satu ruang direktur seluas 15 m2, dua ruang manajer masing-masing seluas 7,5 m2, satu ruang tamu seluas 15 m2, ruang staf seluas 35 m2, dan satu kamar mandi untuk pria dan satu kamar mandi untuk wanita masing-masing seluas 10 m2, keseluruhan luas kantor adalah 100 m2.

  1. Sarana lain

Kebutuhan ruangan lainnya meliputi ruang panel listrik dan generator, tempat penanganan limbah, pos penjagaan, ruang mesin dan peralatan, kamar mandi, mushalla dan tempat parkir. Seluruh ruangan tersebut diperkirakan lahan seluas 100 m2.

Rincian kebutuhan fasilitas dan peralatan dapat dilihat pada Lampiran 1

 

4.3  Perencanaan Tata Letak Pabrik

            Perencanaan tata letak pabrik ini di dasarkan atas bagian alir proses bahan dan diagram keterkaitan antara aktivitas yang telah ditentukan sebelumnya. Selanjutnya pabrik disusun dengan denah yang efektif dan efesien, keefektifian dan keefesienan perancangan pabrik ini diperoleh dari minimalnya jarak perpindahan bahan, keteraturan tempat kerja dan runutan aliran proses.

 

 

 

 

 

 

R. Panel Listrik dan Generator

Ins. Pengolahan Limbah

R. Mesin dan Alat

 

 

 

Gudang Bahan Baku                                                                Baku      (90 m2)

 

 

 

 

Gudang Produk

(90 m2)

Ruang Produksi

( 225 m2)

Kantor

 ( 100 m2)

 

 

 

Pengeluaran                                                      Pemasukan

Produk Jadi                                                         Bahan Baku

Dan Bahan

Kemasan

 

 

 

Area Parkir

Mushola & Toilet

Pos Satpam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Rencana tata letak pabrik minuman sari tebu

 

4.4.      Bahan Baku

 

Bahan baku utama pembuatan sari minuman tebu adalah tebu hijau dengan kualitas yang baik (rendemen tinggi) yang diperoleh melalui pemasok yang berada di Jawa Timur dan sekitanya. Bahan baku ini merupakan produk lokal dan mudah didapatkan. Produksi tebu di Indonesia pada tahun 2009 mencapai 2,85 juta  ton pertahun. Tebu banyak dihasilkan di Indonesia terutama di Pulau Jawa, seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat.

Tebu ( Saccahrum Officinarum L. ) dapat tumbuh dengan baik di daerah ttropis dan sub tropis sampai batas garis isometric 20 ºC yaitu 39 º lintang utara dan 35 º lintang selatan. Untuk menghasilkan rendemen yang tinggi maka tebu terutama banyak ditanam di dataran rendah. Pada masa pertumbuhannya tebu memerlukan banyak air, sedangkan pada masa panen dikehendaki pada masa yang kering. Jika pada waktu masak terdapat banyak air maka akan terjadi pertumbuhan terus-menerus dari akar maupun tunas yang akan menyebabkan turunnya rendemen. Beberap faktor lain yang mempengaruhi rendemen dan produksi tebu antara lain tanah, pemupukan, dan penentuan wakt panen ( Goutara dan Wijandi 1985 dalam Erlina 2002 ).

Waktu panen tebu terbaik jika batang sudah masak (daun ujung membentuk kipas, kira-kira berumur 11-12 bulan). Pada sat tersebut potensi produksi gula tertinggi dan kadar non gula terendah, dengan kadar P2O5 tinggi yang menyebabkan tebu memliki rendemen yang paling tinggi.

Tebu yang telah dipanen dari areal budidaya tebu diangkut dan ditempatkan dalam areal penampungan. Untuk menghindari menurunnya rendemen, maka tenggang waktu yang ditolerir antara waktu tebang dan giling adalah kurang dari 48 jam.

Bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan sari tebu ini yaitu asam askorbat, asam sitrat, sodium sitrat, potasium sitrat, sodium phosphat, citrus pektin, karbon aktif dan invertase .

 

4.5  Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan bagian dari keseluruhan proses produksi yang menjalankan setiap tahap produksi. Tenaga kerja yang digunakan dalam industri sari minuman tebu terdiri atas dua yairu tenaga kerja langsung dan tidak langsung. Tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja  yangs secara langsung terlibat dalam proses produksi sedangkan tenaga kera tidak langsung merupakan tenaga kerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi. Sistem penggajian pabrik minuman sari tebu ini didasarkan pada faktor –faktor berikut yaitu; kemampuan keuangan perusahaan, analisis beban kerja jabatan, devisi gaji antar jabatan, dan standar gaji pada perusahaan lain yang sejenis serta  UMR.

 

4.5.      Teknologi

Proses pengolahan minuman sari tebu sudah menggunakan teknologi yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan ada beberapa tahapan-tahapan proses pengolahan yang menggunakan mesin berteknologi tinggi seperti evaporator, mesin pasteurisasi. Mesin-mesin tersebut dapat dipesan/didapatkan dipasar domestik.

4.6.      Proses Produksi Minuman Sari Tebu

Proses pembuatan minuman sari tebu meliputi tahapan-tahapan : pembersihan dan sortasi, pencucian dan sterilisasi, pembilasan dan sterilisiasi, penggilingan dan pengekstrusian, Acidifikiasi dan stabilisasi, pegendapan, filtrasi, pemurnian (penyaringan), intermediate storage (penyimpanan lanjut), Brix, PH, Adjustment (penyesuaian brix, PH) dan Enzym treatment, penambahan flavor dan warna pasteurisasi,pendinginan, penyimpanan dan pengisisan (pengemasan). Diagram alir proses pembuatan minuman sari tebu disajikan pada Gambar 4.3.

  1. Pembersihan dan Sortasi

Proses sortasi dilakukan untuk memilih bahan baku yang sesuai dengan standar mutu minuman sari tebu. Proses ini dilakukan secara manual di tempat penerimaan bahan baku. Bahan baku yang tidak memenuhi syarat dikembalikan kepemasok, sedangkan yang memenuhi kriteria bahan baku akan dilakukan proses pembersihan meliputi akar, daun-daun bagian atas dan benda-benda asing.

  1. Pencucian dan Sterilisasi

Proses pencucian dilakukan dengan menggunakan water bath yang mengandung 0,1 – 1% (m/m) larutan yang mengandung seperempat senyawa ammonium sehingga proses sterilisasi menjadi lebih efektif. Hal ini dikarenakan larutan tersebut dapat menginaktifkan bakteri dan menghilangkan tanah yang masih terdapat pada tebu.

  1. Pembilasan dan sterilisasi

Proses ini dilakukan dengan memasukkan tebu kedalam bak air, dimana bak tersebut mengandung larutan klorin 50 – 200 ppm. Penggunaan larutan ini merupakan hal yang umum dilakukan untuk grade komersial.

  1. Penggilingan dan pengekstrusian

Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan roller crusher

  1. Acidifikiasi dan stabilisasi

Proses Acidifikasi dilakukan dengan menambahkan larutan asam askorbat 100-500 mg/l. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perubahan warna. Secara bersamaan ditambahkan juga larutan asam sitrat kemudian dilakukan proses mixing. Penambahan asam sitrat ini bertujuan untuk menurunkan ph larutan hingga dimencapai ph < 5. Sedangkan larutan dasar secara serentak ditambahkan sodium sitrat kemudian diaduk. Tujuan penambahan larutan ini adalah untuk menstabilkan larutan asam. Larutan dasar adalah 0,01 – 0,1 % (m/m) larutan

 

 

 

 

Bahan baku

Pembersihan  dan sortasi

Pencucian dan sterilisasi

Pembilasan dan sterilisasi

Penggilingan dan pengekstrasian

Pengasaman ( Acidifikiasi) dan Stabilisasi

Pengendapan

Pemflitrasian

Pemurnian

Penyimpanan Lanjutan (Intermediate Storage)

* Brix, PH, Adjustment (penyesuaian brix, PH)* Enzym treatment

Penambahan Flavour dan pewarna

Pasteurisasi

Pendinginan

Penyimpanan

Pengisian (pengemasan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4. Diagram alir proses pembuatan minuman sari tebu

 

  1. Pegendapan

Proses pengendapan dilakukan dengan membiarkan larutan tersebut selama ±1 jam, kemudian dilakukan proses koagulasi dan flokulasi dengan menggunakan koagulan poliakril amida dan anion polielektrolit (flokulan) dengan dosis tidak melebihi 35 mg/l. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan aroma dan foulants.

  1. Filtrasi

Proses filtrasi dilakukan dengan cara memasukkan sari tebu kedalam tubular ultrafiltration. Proses filtrasi ini berlangsung 2 tahap, tahap pertama dilakukan penyaringan terhadap partikel yang terkandung dalam sari tebu yang berukuran lebih besar dari 40000 x 10-9  kemudian pada tahap kedua dilanjutkan dengan penyaringan kembali untuk menghilangkan partikel-partikel yang berukuran lebih besar dari 5000 x 10-9. Tubular ultrafiltration  dioperasikan secara batch dengan resirkulasi dari sari tebu yang difilter pada tekanan umpan yang berkisar antara 200 – 600 kpa dengan suhu umpan yang bervariasi antara 25 ºC – 60 ºC

  1. Pemurnian (penyaringan)

Pemurnian dilakukan dengan menggunakan karbon aktif. Proses pemurnian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan residu residu odor dan warna yang tidak diinginkan.

  1. Intermediate storage (penyimpanan lanjut) dan Brix, ph, adjustment (penyesuaian brix, ph) serta enzym treatment. Proses intermediate storage dilakukan secara bersamaan dengan proses penambahan enzym invertase sebanyak 50mg – 100 mg kedalam sari buah kemudian dipanaskan pada suhu 60 ºC dan diaduk, dimana proses ini dilakukan selama ±6 jam. Hal ini dilakukan untuk merubah  inversi sukrosa yang terkandung pada sari buah menjadi fruktosa dan glukosa. Kemudian dilanjutkan dengan pengaturan brix sari buah menjadi 65 – 82º brix dengan cara evaporasi pada suhu dibawah 60 ºC dengan vacum tinggi setelah dicapai brix yang diinginkan maka konsentrat sari buah dipasteurisasi  pada suhu 75ºC – 90 ºC tidak boleh lebih dari 3 menit sampai dingin kembali mencapai suhu ambient.
    1. Penambahan flavor dan warna

Dilakukan dengan menambahkan citrus pektin sebanyak 0,1 – 1% (m/m) kedalam minuman sari tebu.

  1. Pasteurisasi

Dilakukan pada suhu 90ºC – 95 ºC selama 15- 25 detik

  1. Pendinginan dan Penyimpanan

Dilakukan proses pendinginan dengan cara menyimpan sari buah pada ruang dengan suhu dibawah 4 ºC dan sari buah disimpan di dalam kontainer (tangki penampung produk).

  1. Pengisian ( pengemasan)

Setelah dilakukan proses pengecekan quality control maka dilanjutkan dengan proses pengisian kedalam kaleng minuman yang berukuran 350 ml.

4.6.      Produksi optimum

 

Produksi optimum usaha pengolahan minuman sari tebu ini adalah 8,360,852 kaleng  perhari dengan menggunakan dua roller crusher. Tingkat produksi minuman sari tebu optimum sangat dipengaruhi oleh mutu bahan baku, efektifitas pemakaian mesin dan peralatan sesuai kapasitas terpasang, ketrampilan tenaga kerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

ASPEK KEUANGAN

 

Salah satu aspek penting yang menentukan apakah suatu usaha atau industri layak didirikan atau tidak adalah aspek keuangan. Dari analisis tersebut dapat diketahui kemampuan pengusaha untuk mengembalikan kredit yang diperoleh dari pemberi pinjaman, seperti bank. Analisis keuangan dapat dimanfaatkan pengusaha dalam proses perencanaan dan pengelolaan usaha industri “sugarcane energy drink”. Analisis dalam aspek keuangan meliputi telaah komponen dan struktur biaya, pendapatan, kebutuhan modal dan kredit, cash flow, evaluasi profitabilitas rencana investasi, analisis Break Even Point dan analisis sensitivitas.

5.1.            Pemilihan Pola Usaha

Ada beberapa pola usaha yang dapat dijadikan pilihan dalam industri “sugarcane energy drink” yaitu mendirikan usaha penjualan jus tebu menggunakan sarana gerobak secara mandiri, membeli franchise usaha jus tebu yang sudah ada, mendirikan industri minuman sari tebu “sugarcane energy drink” yang bermerek atau pola usaha manufaktur. Pola usaha pertama dan kedua sudah banyak dijumpai dipasaran, sedangkan pola usaha yang ketiga bisa dikatakan belum ada di Indonesia.

Dari jenis-jenis pola usaha tersebut dipilih pola usaha yang ketiga untuk dijadikan landasan perhitungan dalam aspek keuangan. Seperti yang telah dijelaskan dalam bab mengenai aspek teknis dan teknologis, pola usaha manufaktur menggunakan peralatan dan mesin yang sudah ada di pasar local, dan jika memang tidak ada di pasar local tidak menutup kemungkinan untuk mengadakan impor alat tersebut. Secara ringkas alat yang digunakan adalah pencuci, alat sterilisasi, penghancur atau crusher, penyaring, mixer, filling ke alat pengemas dan lain-lain. Kapasitas produksi yang dipilih yaitu kapasitas luaran atau produk  8,360,852 kaleng  perhari yang disesuaikan dengan kapasitas mesin ekstrusi yang digunakan.

5.2.      Asumsi

Untuk melakukan perhitungan aspek keuangan untuk mengetahui kelayakan usaha diperlukan adanya beberapa asumsi yang terkait dengan aspek teknis teknologis dan pola pembiayaan. Asumsi yang digunakan dalam perhitungan aspek keuangan didasarkan pada industri minuman terutama energy drink dengan menggunakan data dari berbagai pustaka. Asumsi-asumsi usaha disajikan secara ringkas pada Tabel 5.1 dan secara lengkap pada Lampiran 2.

Proyek diasumsikan akan berjalan selama 10 tahun. Hal tersebut mempertimbangkan umur ekonomis mesin-mesin yang digunakan untuk produksi. Kegiatan produksi diasumsikan berjalan sepanjang tahun, dengan asumsi hari kerja adalah  25 hari per bulan dan rata-rata jam kerja adalah 7 jam kerja per hari.

Kapasitas produksi usaha diasumsikan sebesar 8,360,852 kaleng per hari atau setara dengan 2,508,255,493 kaleng per tahun. Harga jual produk diasumsikan sebesar Rp 2.750 per kaleng dan hasil produksi diasumsikan terjual seluruhnya secara bertahap. Tahapan penjualan direncanakan pada tahun pertama 75% produk akan terserap pasar, pada tahun kedua 80% produk terjual, pada tahun ketiga 85% produk terjual, pada tahun keempat 90% produk terjual dan mulai tahun kelima dan seterusnya 100% produk direncanakan terjual seluruhnya. Mesin produksi direncakan akan berjalan secara bertahap yaitu mulai dari kapasitas 80 % di tahun pertama hingga kapasitas optimal (100%)  mulai tahun ke-3 sampai akhir proyek (tahun ke-10). Sedangkan kapasitas operasi tahun ke-1 sebesar 80% dan tahun ke-2 sebesar 90%.

Tabel 5.1 Asumsi dan parameter teknis industri sugarcane energy drink

Diskripsi

Nilai

Satuan
Umur Proyek

10

tahun
Hari Kerja / bulan (7 jam perhari)

25

hari/bulan
Bulan Kerja / tahun

12

bulan/tahun
Kapasitas produksi minuman/hari       8,360,852kaleng
Kapasitas produksi minuman per tahun

2,508,255,493

kaleng
Harga jual minuman per kaleng

Rp2,750

Overhead (dari TK)

5.00%

Bunga Kredit

15.5%

Proporsi Pinjaman dan Modal Sendiri
  Dana Sendiri

65%

  Kredit

35%

Jangka waktu pengembalian kredit modal kerja

5

Tahun
Jangka waktu pengembalian kredit investasi

7

Tahun
Pajak

10%

Kapasitas operasi
  Kapasitas operasi tahun I

80.00%

  Kapasitas operasi tahun II

90.00%

  Kapasitas operasi tahun III-V

100.00%

 

5.3.      Komponen Biaya Investasi dan Biaya Operasional

5.3.1    Biaya Investasi

Komponen biaya investasi mencakup biaya-biaya : 1) Perijinan, 2) Bangunan, 3) Pengadaan alat dan mesin serta fasilitas lainnya. Biaya ini bersifat tetap dan dikeluarkan pada tahun ke-0 yaitu sebelum kegiatan operasi usaha dilaksanakan. Total kebutuhan biaya investasi yang diperlukan yaitu sebesar Rp. 7,182,100,000. Kebutuhan biaya untuk masing-masing komponen disajikan pada Tabel 5.2. Rincian lengkap komponen biaya investasi disajikan pada Lampiran 3.

Tabel 5.2. Kebutuhan biaya investasi industri sugarcane energy drink

No

Uraian

Jumlah

Jumlah

1

Biaya Perijinan

48,000,000

0.67%

2

Lahan dan Bangunan

5,600,600,000

77.98%

3

Mesin/Peralatan

533,500,000

7.43%

4

Fasilitas Lain

1,000,000,000

13.92%

Total

7,182,100,000

100.00%

 

Komponen biaya untuk lahan dan bangunan merupakan komponen biaya yang paling besar nilainya. Jumlah biaya untuk keperluan lahan dan bangunan mencapai 77,98% dari total kebutuhan biaya investasi.

5.3.2        Modal Kerja

Modal kerja merupakan dana yang digunakan untuk operasional usaha sampai usaha tersebut menghasilkan uang/pendapatan. Modal kerja meliputi biaya operasional usaha selama satu bulan sebesar Rp. 476,569,367,189 ditambah dengan stok bahan baku untuk bulan kedua selama satu bulan sebesar Rp. 6,429,160,481, sehingga total modal kerja sebesar Rp. 482,998,527,670. Komponen biaya modal kerja disajikan pada Tabel 5.3.

Tabel 5.3. Kebutuhan modal kerja industri sugarcane energy drink

`

Modal Kerja

Jumlah

1

~ Biaya operasi 1 bulan penuh

476,569,367,189

2

~ Stok bahan baku bulan ke-2

6,429,160,481

Total

482,998,527,670

 

5.3.3        Biaya Operasional

Biaya operasional merupakan biaya yang diperlukan dalam kegiatan produksi. Komponen biaya operasional mencakup biaya langsung/variabel dan biaya tetap. Komponen biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku, biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja langsung. Komponen biaya tetap terdiri dari tenaga kerja tetap, biaya perbaikan dan perawatan, overhead kantor/administrasi, biaya komunikasi, biaya pemasaran, biaya perawatan & perbaikan, biaya lain-lain (iuran, retribusi, dll), biaya transportasi, asuransi.

Kebutuhan biaya operasional industri pengolahan sugarcane energy drink pada kapasitas 100% besarnya mencapai Rp.  5,676,877,226,001, dengan perincian biaya variabel sebesar Rp. 5,675,629,526,001 dan biaya tetap sebesar Rp. 1,247,700,000. Komponen biaya operasional disajikan pada Tabel 5.4. Rincian komponen biaya operasional disajikan pada Lampiran 4.

Tabel 5.4 Kebutuhan biaya operasional industri sugarcane energy drink

No

Komponen Biaya

Nilai

Total Nilai

1

Biaya langsung/variabel *)

  5,675,629,526,001

~ Bahan baku

      77,149,925,766

~ Bahan penolong

  2,359,766,768,128

~ Utilitas

           238,125,000

~ Bahan bakar produksi

           300,000,000

~ Pengemasan

  3,237,652,707,106

~ Tenaga Kerja Langsung

           522,000,000

2

Biaya tetap

        1,247,700,000

Total

  5,676,877,226,001

Keterangan: *) pada kapasitas 100%

5.4.      Kebutuhan Dana untuk Investasi dan Modal Kerja

Kebutuhan dana untuk usaha industri sugarcane energy drink sebagaimana telah dijelaskan pada sub bab terdahulu meliputi biaya investasi sebesar Rp. 7,182,100,000 dan biaya modal kerja sebesar Rp. 482,998,527,670. Sumber dana yang digunakan untuk investasi dan modal kerja berasal dari dana sendiri dan kredit perbankan dengan proprosi sebesar 65%:35%. Kebutuhan dana investasi dan modal kerja disajikan pada Tabel 5.5.

Tabel 5.5 Kebutuhan dana investasi dan modal kerja industri sugarcane energy drink

NoKomponen Biaya

Prosentase

Total Nilai

1

Sumber Dana Investasi
~ Dana sendiri

65%

4,668,365,000

~ Kredit

35%

2,513,735,000

2

Sumber Dana Modal kerja
~ Dana sendiri

65%

313,949,042,985

~ Kredit

35%

169,049,484,685

3

Total Dana Proyek
~ Dana sendiri

318,617,407,985

~ Kredit

171,563,219,685

 Total

490,180,627,670

Kredit yang diberikan perbankan menggunakan tingkat suku bunga 15,5% dengan sistem perhitungan bunga efektif menurun. Jangka waktu pengembalian kredit investasi selama 7 tahun dan kredit modal kerja selama 5 tahun. Angsuran pokok dan bunga dibayarkan setiap tahun. Rencana pembayaran angsuran pokok dan bunga disajikan pada Tabel  5.6. Rincian rencana pembayaran angsuran pokok dan bunga disajikan pada Lampiran 5.

Tabel 5.6 Rencana pembayaran Kredit investasi dan Kredit modal kerja

Tahun

Angsuran Pokok

Angsuran Bunga

Total Angsuran

Kredit Investasi
Tahun ke-1

359  ,105,000

389,628,925

748,733,925

Tahun ke-2

359,105,000

333,967,650

693,072,650

Tahun ke-3

359,105,000

278,306,375

637,411,375

Tahun ke-4

359,105,000

222,645,100

581,750,100

Tahun ke-5

359,105,000

166,983,825

526,088,825

Tahun ke-6

359,105,000

111,322,550

470,427,550

Tahun ke-7

359,105,000

55,661,275

414,766,275

Kredit Investasi
Tahun ke-1

33,809,896,937

26,202,670,126

60,012,567,063

Tahun ke-2

33,809,896,937

20,962,136,101

54,772,033,038

Tahun ke-3

33,809,896,937

15,721,602,076

49,531,499,013

Tahun ke-4

33,809,896,937

10,481,068,050

44,290,964,987

Tahun ke-5

33,809,896,937

5,240,534,025

39,050,430,962

 

5.5.      Produksi dan Pendapatan

Berdasarkan asumsi, kapasitas produksi usaha perhari sebesar 8,360,852 kaleng per hari atau setara dengan 2,508,255,493 kaleng per tahun. Sementara kapasitas produksi pada tahun pertama sebesar 80%, tahun kedua sebesar 90% dan tahun ketiga sampai akhir proyek sebesar 100%. Sedangkan harga jual produk sugarcane energy drink diasumsikan sebesar Rp. 2.750 per kaleng.

Total pendapatan yang diperoleh pada tahun pertama pada kapasitas operasi 80% dan 75% terjual adalah sebesar Rp 4,138,621,564,000, tahun kedua pada kapasitas operasi 90% dan 80% terjual adalah sebesar Rp. 4,966,345,876,800. Mulai tahun ketiga kapasitas produksi direncanakan 100% dan mulai tahun kelima penjualan ditargetkan 100% terjual dengan nilai penjualan sebesar Rp. 6,897,702,606,667. Proyeksi produksi dan penjualan disajikan pada Tabel 5.7. Perincian rencana produksi dan penjualan disajikan pada Lampiran  6.

Tabel 5.7 a. Proyeksi produksi sugarcane energy drink

Uraian

Tahun 1

Tahun 2

Tahun 3-10

80%

90%

100%

Volume Produksi

          2,006,604,395

          2,257,429,944

          2,508,255,493

Nilai Penjualan

   5,518,162,085,333

   6,207,932,346,000

   6,897,702,606,667

 

 

 

Tabel 5.7 b. Proyeksi Penjualan sugarcane energy drink

URAIAN

TAHUN KE-1

TAHUN KE-2

TAHUN KE-3

TAHUN KE-4

TAHUN KE-5-10

persentase penjualan

75%

80%

90%

95%

100%

   Penjualan

4,138,621,564,000

4,966,345,876,800

6,207,932,346,000

6,552,817,476,333

6,897,702,606,667

 

5.6.      Proyeksi Laba Rugi dan Break Even Point

Berdasarkan proyeksi produksi dan pendapatan, dapat diketahui pula proyeksi keuntungan/kerugian usaha. Pada tahun pertama usaha dan tahun kedua, perusahaan belum menghasilkan keuntungan atau dengan kata lain masih merugi. Memasuki tahun ketiga perusahan mulai mendapatkan keuntungan bersih setelah pajak dengan nilai sebesar Rp 11,576,270,532, profit on sales 0.12% dan BEP sebesar Rp 207,613,097,153 atau 75,495,672 kaleng minuman. Rincian proyeksi laba rugi dan break event point disajikan pada Lampiran 7.

Rata-rata keuntungan usaha industri sugarcane energy drink selama periode proyek (10 tahun)  sebesar Rp 18,137,360,470, rata-rata profit on sales sebesar 0.25%.

5.7.      Proyeksi Arus Kas dan Kelayakan Proyek

Proyeksi arus kas dilakukan untuk mengetahui kewajiban keuangannya kepada pihak lain. Dalam analisis arus kas juga dilakukan perhitungan kelayakan usaha yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Back Period (PBP) dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio).

Pada proyeksi arus kas, arus kas masuk merupakan nilai hasil penjualan produk selama satu tahun. Sedangkan arus keluar mencakup pula biaya pemasaran/distribusi.

Proyeksi arus kas dengan pengelolaan dana pembiayaan dari Bank maupun dana milik sendiri menunjukkan bahwa industri sugarcane energy drink dapat mengembalikan kewajiban kepada Bank dan  layak untuk dilaksanakan. Proyeksi arus kas dan analisis kelayakan secara rinci disajikan pada Lampiran 8.

Hasil proyeksi pada tingkat suku bunga sebesar 15,5% yang disajikan pada Tabel 5.9 menunjukkan bahwa usaha ini memiliki NPV positif yaitu sebesar Rp 2,935,291,596,605, IRR lebih tinggi dari suku bunga yaitu sebesar 67.17% dan Net B/C Ratio lebih dari 1,00 yaitu sebesar 409.70. Sementara PBP selama 3 tahun 3 bulan menunjukkan bahwa investasi yang ditanamkan dapat tertutup kembali selama 3 tahun 3 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dilaksanakan.

Tabel 5.9 Ringkasan kelayakan usaha industri sugarcane energy drink

Kriteria

Nilai

Justifikasi Kelayakan

NPV (15.5%)

2,935,291,596,605

> 0
PBP

3 tahun 3 bulan

< 5 tahun
IRR

67.17%

> 15,5%
Net B/C ratio

409.70

> 1,00

5.8.      Analisis Sensitivitas Kelayakan Proyek

Analisis ini digunakan untuk mengetahui prediksi perubahan pendapatan dan pengeluaran yang menyebabkan perubahan pada arus kas. Analisis sensitivitas usaha dilakukan dengan tiga skenario perubahan yaitu penurunan harga jual produk, kenaikan biaya operasional serta kombinasi penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasional.

Hasil analisis sensitivitas pada masing-masing skenario dijelaskan sebagai berikut :

  1. Penurunan harga jual

Pada skenario ini terjadi penurunan harga jual produk sementara biaya investasi dan biaya operasional tetap.  Pada penurunan harga jual yang mengakibatkan penurunan pendapatan, usaha ini menjadi sensitif terhadapnya pada kisaran 9%-10%. Hasil analisis sensitivitas disajikan pada Tabel 5.10.

Tabel 5.10. Hasil analisis sensitivitas akibat penurunan harga jual

Uraian

Basis

Harga Jual

(-9%)

Harga Jual

(-10%)

NPV (15,5%)

2,935,291,596,605

281,170,162,621

-13,732,218,933

PBP

3 tahun 3 bulan

8 tahun 2 bulan

>10 tahun

IRR

67.17%

55.75%

53.87%

Net B/C Ratio

409.70

40.15

-0.91

Tabel diatas menunjukkan bahwa pada penurunan harga jual 9% diperoleh Net B/C Ratio lebih dari 1,00, NPV positif dan IRR mencapai 55.75%% serta PBP 8 tahun 2 bulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada suku bunga 15,5% dengan penurunan harga jual sebesar 9% maka proyek ini layak dilaksanakan. Pada penurunan harga jual sebesar 10% proyek ini tidak layak dilaksanakan karena NPV negatif, Net B/C Ratio kurang dari satu, dan PBP melebihi umur proyek.

  1. Kenaikan biaya operasional

Pada skenario ini terjadi kenaikan biaya operasional sedangkan biaya investasi dan harga jual produk tetap. Kenaikan biaya operasional ini meliputi biaya variabel dan biaya tetap. Kenaikan biaya operasional ini dapat disebabkan oleh kenaikan biaya bahan baku, bahan penolong, biaya tenaga kerja atau yang lainnya. Pada kenaikan biaya operasional, usaha ini menjadi sensitif terhadapnya pada kisaran 11%-12%. Hasil analisis sensitivitas disajikan pada Tabel 5.11.

Pada Tabel 5.11, kenaikan biaya operasional, baik biaya variabel maupun biaya tetap sebesar 11%, diperoleh Net B/C Ratio lebih dari 3.10, NPV positif dan IRR mencapai 55.65%% serta PBP 9 tahun 11 bulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada suku bunga 15,5% dengan peningkatan biaya operasional sebesar 11% maka proyek ini layak dilaksanakan. Pada peningkatan biaya operasional sebesar 12% proyek ini tidak layak dilaksanakan karena NPV negatif, Net B/C Ratio kurang dari 1,00 dan PBP melebihi umur proyek.

Tabel 5.11 Hasil analisis sensitivitas akibat kenaikan biaya operasional

Uraian

Basis

Biaya Operasional (+11%)

Biaya Operasional (+12%)

NPV (15,5%)

2,935,291,596,605

15,046,722,168

-250,430,084,599

PBP

3 tahun 3 bulan

9 tahun 11 bulan

11 tahun 7 bulan

IRR

67.17%

55.65%

54.11%

Net B/C Ratio

409.70

3.10

-33.87

 

  1. Penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasi

Pada skenario ini terjadi penurunan harga jual sekaligus terjadi kenaikan biaya operasional pada saat yang sama dengan persentase yang sama. Pada kondisi ini, usaha menjadi sensitif terhadap penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasional pada kisaran 5%-6%. Hasil analisis sensitivitas disajikan pada Tabel 5.12.

Tabel 5.12 Hasil analisis sensitivitas akibat penurunan harga dan kenaikan

biaya operasional

Uraian

Basis

Harga Jual

(-5%) & Biaya Operasional (+5%)

Harga Jual

(-6%) & Biaya Operasional (+6%)

NPV (15,5%)

2,935,291,596,605

133,395,655,001

-426,983,533,320

PBP

3 tahun 3 bulan

9 tahun 1 bulan

> 10 tahun

IRR

67.17%

55.54%

51.90%

Net B/C Ratio

409.70

19.57

-58.45

 

Tabel diatas menunjukkan bahwa kombinasi penurunan harga jual dan kenaikan biaya operasional sebesar 5% diperoleh Net B/C Ratio lebih dari 1,00, NPV positif dan IRR mencapai 55.54% serta PBP 9 tahun 1 bulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada suku bunga 15,5% dengan penurunan harga jual dan peningkatan biaya operasional 5% maka proyek ini layak dilaksanakan. Pada penurunan harga jual dan peningkatan biaya operasional sebesar 6% proyek ini tidak layak dilaksanakan Net B/C Ratio kurang dari satu, NPV negatif dan PBP melebihi umur proyek.

Hasil analisis sensitivitas terhadap semua skenario menyatakan bahwa usaha ini lebih sensitif terhadap perubahan harga jual produk dibandingkan terhadap perubahan biaya operasional. Hal ini ditunjukkan dengan penurunan harga jual sebesar 10% telah menyebabkan usaha tidak layak dilaksanakan, sedangkan pada kenaikan biaya operasional sebesar 11% usaha masih layak dilaksanakan. Analisis sensitivitas secara lengkap disajikan pada Lampiran 9.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

 

7.1.            Kesimpulan

  1. Industri minuman sari tebu merupakan industri yang masih berpotensi untuk dikembangkan, dengan sumber bahan baku yang cukup memadai di Indonesia 2,85 juta ton pertahun dan besarnya potensi tebu yang belum termanfaatkan. Industri ini juga meningkatkan nilai ekonomis tebu dan sebagai salah satu minuman  sumber energi. Selain itu, industri minuman ringan masih memberikan peluang pasar yang cukup baik  karena trend pertumbuhannya dari tahun ketahun meningkat
  2. Hasil analisis usaha sohun pada tingkat suku bunga 15,5 % per tahun dan skala usaha 600 kg per hari menunjukkan layak diusahakan berdasarkan indikator kelayakan finansial, yaitu  NPV = Rp 407.573.821, IRR = 56,30%, Net B/C ratio = 2,28 dan masa pengembalian modal (PBP) selama 2 tahun      2 bulan.
  3. Hasil analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa usaha industri sohun bersifat lebih sensitif terhadap perubahan harga jual produk dibandingkan perubahan atau kenaikan biaya operasional.
  4. Pengembangan usaha industri minuman sari tebu memberikan manfaat yang positif baik dari aspek sosial ekonomi baik lokal maupun regional antara lain menyerap pengangguran, meningkatkan pendapatan petani sagu dan pendapatan daerah

 

7.2.      Saran

  1. Berdasarkan potensi bahan baku, prospek pasar, tingkat teknologi proses dan aspek finansial, usaha industri sari minuman tebu  layak untuk direalisasikan dan disarankan Bank dapat memberikan kredit untuk pengembangan usaha ini, khususnya terhadap usaha kecil dan menengah
  2. Usaha industri ini perlu terus dibina agar dapat meningkatkan mutu produknya agar sesuai standar yang berlaku dengan cara upgrading teknologi sehingga prosesnya lebih efektif dan efisien. Penyesuaian standar mutu juga diperlukan agar produk minuman sari tebu  dapat bersaing dipasar ekspor.
  3. Penelitian yang berkesinambungan perlu dilakukan untuk menciptakan teknologi yang lebih baik,  bahan baku yang menghasilkan mutu minumasn sari tebu paling baik dan pengawasan terhadap bahan baku/penolong yang berbahaya bagi manusia.

 

 

 

 

 

Lampiran 1. Fasilitas dan peralatan produksi

No

Asumsi

Satuan

Jumlah/nilai

1

Water bath dan bak penampungan

Set unit

2

2

Pengaduk

Unit

2

3

Roller crusher

Unit

2

4

Tubular Ultrafiltration

Unit

2

5

Pre cooking unit

Unit

4

6

Tangki pencampur (mixer) + pengaduk baling-baling

Unit

2

7

Pasteurisator

Unit

2

8

Bak sedimentasi

Unit

5

9

Genset

Unit

1

10

Pompa air

Unit

2

11

Penampungan air

Unit

2

12

Tangki penampung produk

Unit

3

13

Timbangan besar 50 kg

Unit

1

14

Timbangan mikro

Unit

3

115

Evaporator

Unit

2

16

Kereta dorong

Unit

2

17

Krat

Unit

5300

18

Alat pengisi

Unit

4

19

Pipa/slang

M

15

20

Bangunan produksi

M2

225

21

kantor

M2

100

22

Gudang penyimpanan bahan baku dan bahan pembantu

M2

90

23

Gudang produk jadi

M2

90

24

Sarana lain

M2

450

25

Sumur

Unit

1

 

 

 

 

 

 

Lampiran 10. Kebutuhan tenaga kerja

Jabatan

Jumlah

  1. 1.         Pekerja Tak Langsung
Direktur

1

Manajer Administrasi dan Keuangan

1

Kabag. Teknik

1

Kabag. Administrasi dan Keuangan

1

Kabag. Pemasaran

1

Supervisor Keuangan

1

Supervisor Keamanan

1

Supervisor Bengkel

1

Supervisor Administrasi

1

Staf khusus

11

  1. 2.         Pekerja Langsung
Manajer Produksi

1

Kabag. QC

1

Kabag. Produksi

1

Supervisor Gudang

1

Supervisor QC

1

Supervisor Bahan Baku

1

Supervisor Produksi

1

Staf Produksi

15

Total

42

 

 

 

 

Kata kunci artikel ini:

air tebu kemasan, sterilisasi mesin tebu, agroindustri tebu, tekno ekonomi agroindustri, pengertian prosentase rendemen pada teh, jual minuman ringan sari tebu, proses pengemasan olahan tebu, www minumantebu, minuman sari tebu kombinasi, air tebu dalam kemasan, pengawasan mutu sari tebu, pengemasan pada tebu, jurnal tentang karakteristik dan kelayakan agroindustri, perencanaan tata letak industri minuman, produk olahan dari tebu, produk olahan tebu, sari tebu kemasan, PROSENTASE KEUNTUNGAN BERJUALAN ES JUS, tips menyimpan batang tebu, sari tebu dimalang

APM TUTUP

Pada tanggal 8 Juni 2012,  saya mendapat email dari team kaiastudio yang memberitahukan bahwa apm tutup. Beberapa penyebab kenapa apm tutup adalah server yang pernah kena hack seseorang, dan adanya software apm palsu. Untuk menghindari kejadian yang tidak menyenangkan bagi para internet marketer lainnya, maka dengan berat hati pihak kaiastusdio menutup apm. Sehingga para user yang telah membeli apm, dapat menjadi lebih fokus dalam mengejar pundi pundi amazon dan berkurang saingan tentunya. Hehehe

Berikut adalah kutipan email yang saya terima dari pengembang software apm:

malam ini kami mau menginformasikan bahwa http://azonprofitmaster.com/id akan di tutup dalam beberapa waktu terdekat,namun Slamet purwanto tidak pelu kuatir,sebagai gantinya telah kami siapkan domain baru yaitu http://profitmasterbot.com

Slamet purwanto bisa login menggunakan username dan paswords apm yang ada di website lama http://azonprofitmaster.com
info yang ke2 adalah kami mau memberitahukan bahwa APM versi 3.3 sedang ada masalah pada useragent nya sehingga tidak mampu untuk di gunakan posting,sambil menunggu perbaikan,silahkan gunakan versi 2 yang baru kami update 2 hari lalu

oiya 1 lagi mengenai forum apm
bahwa sanya untuk saat ini forum kami tutup dulu untuk beberapa waktu,karena hampir 90% masalah di selesaikan lewat email dan teamviewer,jadi agar team support lebih terfokus saat ini jika menghadapi eror silahkan laporkan via support@kaiastudio.co.id sedangkan teamviewer kami bisa membantu (sekiranya masalah tidak bisa di atasi di email setiap malam mulai jam 8 malam sampai jam 2 pagi kecuali malam jumat dan minggu

kami juga sementara menutup penjualan untuk mengutamakan member lama agar bs mendapat bantuan secepatnya sekiranya menghadapi masalah

Bagi anda yang kebetulan menginginkan software tersebut, anda dapat mengirimkan email langsung kepada team support kaiastudio. Semoga apm tutup ini tidak berlangsung lama

Pada tanggal 8 Juni 2012,  saya mendapat email dari team kaiastudio yang memberitahukan bahwa apm tutup. Beberapa penyebab kenapa apm tutup adalah server yang pernah kena hack seseorang, dan adanya software apm palsu. Untuk menghindari kejadian yang tidak menyenangkan bagi para internet marketer lainnya, maka dengan berat hati pihak kaiastusdio menutup apm. Sehingga para user yang telah membeli apm, dapat menjadi lebih fokus dalam mengejar pundi pundi amazon dan berkurang saingan tentunya. Hehehe

Berikut adalah kutipan email yang saya terima dari pengembang software apm:

malam ini kami mau menginformasikan bahwa http://azonprofitmaster.com/id akan di tutup dalam beberapa waktu terdekat,namun Slamet purwanto tidak pelu kuatir,sebagai gantinya telah kami siapkan domain baru yaitu http://profitmasterbot.com

Slamet purwanto bisa login menggunakan username dan paswords apm yang ada di website lama http://azonprofitmaster.com
info yang ke2 adalah kami mau memberitahukan bahwa APM versi 3.3 sedang ada masalah pada useragent nya sehingga tidak mampu untuk di gunakan posting,sambil menunggu perbaikan,silahkan gunakan versi 2 yang baru kami update 2 hari lalu

oiya 1 lagi mengenai forum apm
bahwa sanya untuk saat ini forum kami tutup dulu untuk beberapa waktu,karena hampir 90% masalah di selesaikan lewat email dan teamviewer,jadi agar team support lebih terfokus saat ini jika menghadapi eror silahkan laporkan via support@kaiastudio.co.id sedangkan teamviewer kami bisa membantu (sekiranya masalah tidak bisa di atasi di email setiap malam mulai jam 8 malam sampai jam 2 pagi kecuali malam jumat dan minggu

kami juga sementara menutup penjualan untuk mengutamakan member lama agar bs mendapat bantuan secepatnya sekiranya menghadapi masalah

Bagi anda yang kebetulan menginginkan software tersebut, anda dapat mengirimkan email langsung kepada team support kaiastudio. Semoga apm tutup ini tidak berlangsung lama

WP Geolocation Plugin

Apa itu WP Geolocation Plugin?

wp geolocation plugin WP Geolocation PluginHari ini saya mencoba plugin wordpress yang bernama wp geo location plugin. Plugin ini memungkinkan situs berbasis wordpress untuk menampilkan informasi pengunjung secara dinamis. Jika anda seorang internet marketer dan berusaha mentarget market tertentu ada baiknya anda mencoba plugin wp geolocation ini.

Jika anda tinggal di negara [mmjs-countryname] di kota [mmjs-city] anda perlu membuat isi situs anda lebih optimal untuk kota [mmjs-city], [mmjs-countryname]. Saya sendiri baru mencoba wp geolocation plugin ini hari ini dan belum melihat performanya di search engine.

Apa saja yang dapat dilakukan WP Geolocation Plugin?

Berdasarkan informasi alamat IP pengunjung, plugin wp geolocation dapat memberikan informasi lokasi geografis pengunjung, yang meliputi

  • negara,
  • kota,
  • bujur,
  • lintang
  • kode pos
  • dll

Dengan menggunakan dukungan kode ringkas dari WordPress, Anda dapat dengan mudah  menampilkan info pengunjung situs Anda secara dinamis dalam postingan (post) dan halaman (page).

Bagaimana menggunakan wp Geolocation Plugin

Cara menggunakan wp geolocation plugin sangatlah mudah. Anda tinggal mendownload plugin wp geolocation, upload dan activate. Silakan anda download wp geolocation plugin di alamat _http://www.wp-geolocation.com/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=1. Selanjutnya anda membuat postingan dan menempatkan kode ringkas atau short code nya di dalam postingan anda. Saya sendiri membuat postingan ini di bagian atau tab visual, bukan tab html dan plugin ini sepertinya bekerja setelah saya coba.

Jika benar wp geolocation plugin bekerja dengan baik, tolong direply, apakah anda benar data yang ditampilkan berikut merupakan informasi dari lokasi andi Bogor Jawa Barat:

Kode Negara (ISO 3166-2): ID
Nama Negara: Indonesia
Nama Kota: Bogor
Kode Propinsi (ISO 3166-2): 30
Nama Daerah: Jawa Barat
Lintang: -6.5944
Bujur: 106.7892
Kode Pos:
Alamat IP: 125.160.119.75

Silakan memberi komentar mengenai informasi yang ditampilkan oleh wp geolocation plugin ini. Jika bermanfaat anda dapat men-share artikel ini kepada teman anda. Selamat mencoba dan berkreasi dengan wp geolocation plugin. Karena wp geolocation saya pandang tidak perlu maka, plugin tersebut saya in aktifkan. Saya ingin meningkatkan kecepatan loading website saya dan salah satunya adalah dengan menggunakan plugin seminimal mungkin termasuk tidak menggunakan wp geolocation plugin

Kata kunci artikel ini:

plugin untuk menampilkan ip

Apa itu WP Geolocation Plugin?

wp geolocation plugin WP Geolocation PluginHari ini saya mencoba plugin wordpress yang bernama wp geo location plugin. Plugin ini memungkinkan situs berbasis wordpress untuk menampilkan informasi pengunjung secara dinamis. Jika anda seorang internet marketer dan berusaha mentarget market tertentu ada baiknya anda mencoba plugin wp geolocation ini.

Jika anda tinggal di negara [mmjs-countryname] di kota [mmjs-city] anda perlu membuat isi situs anda lebih optimal untuk kota [mmjs-city], [mmjs-countryname]. Saya sendiri baru mencoba wp geolocation plugin ini hari ini dan belum melihat performanya di search engine.

Apa saja yang dapat dilakukan WP Geolocation Plugin?

Berdasarkan informasi alamat IP pengunjung, plugin wp geolocation dapat memberikan informasi lokasi geografis pengunjung, yang meliputi

  • negara,
  • kota,
  • bujur,
  • lintang
  • kode pos
  • dll

Dengan menggunakan dukungan kode ringkas dari WordPress, Anda dapat dengan mudah  menampilkan info pengunjung situs Anda secara dinamis dalam postingan (post) dan halaman (page).

Bagaimana menggunakan wp Geolocation Plugin

Cara menggunakan wp geolocation plugin sangatlah mudah. Anda tinggal mendownload plugin wp geolocation, upload dan activate. Silakan anda download wp geolocation plugin di alamat _http://www.wp-geolocation.com/wp-content/plugins/download-monitor/download.php?id=1. Selanjutnya anda membuat postingan dan menempatkan kode ringkas atau short code nya di dalam postingan anda. Saya sendiri membuat postingan ini di bagian atau tab visual, bukan tab html dan plugin ini sepertinya bekerja setelah saya coba.

Jika benar wp geolocation plugin bekerja dengan baik, tolong direply, apakah anda benar data yang ditampilkan berikut merupakan informasi dari lokasi andi Bogor Jawa Barat:

Kode Negara (ISO 3166-2): ID
Nama Negara: Indonesia
Nama Kota: Bogor
Kode Propinsi (ISO 3166-2): 30
Nama Daerah: Jawa Barat
Lintang: -6.5944
Bujur: 106.7892
Kode Pos:
Alamat IP: 125.160.119.75

Silakan memberi komentar mengenai informasi yang ditampilkan oleh wp geolocation plugin ini. Jika bermanfaat anda dapat men-share artikel ini kepada teman anda. Selamat mencoba dan berkreasi dengan wp geolocation plugin. Karena wp geolocation saya pandang tidak perlu maka, plugin tersebut saya in aktifkan. Saya ingin meningkatkan kecepatan loading website saya dan salah satunya adalah dengan menggunakan plugin seminimal mungkin termasuk tidak menggunakan wp geolocation plugin

Kata kunci artikel ini:

plugin untuk menampilkan ip

Jurus Adsense Buka Kelas: Download Gratis eBook Adsense

Penampakan download area jurus adsense

jurus adsense download area gratis 300x150 Jurus Adsense Buka Kelas: Download Gratis eBook Adsense

 

Hari ini ane dapet berita via facebook kalo mas Hadie Danker sang maestro adsense-id.com buka kelas. Beliau membeberkan materi adsense yang telah lama digelutinya. Tentunya dari pengalaman beliau bermain adsense. Lalu apa saja materi adsense yang ada di download area?

Berikut adalah list materi jurus adsense

1)    Panduan Utama

  1. Riset Keyword

i.    Riset untuk General dan News Site

ii.    Jurus Riset Keyword untuk Niche Site

  1. AdSense Filter
  2. Jurus Membuat Blog di Blogspot.com
  3. Jurus Membuat General/News Site
  4. Jurus SEO OnPages
  5. Jurus SEO Off Pages Anti Panda
  6. Ebook Utama For Free Member
  7. Ebook Utama For Sedekah Member
  8. Pengenalan

2)    Bonus

  1. WordPress Theme

i.    Theme CardabaPress

ii.    Theme Putih

iii.    Theme Junkie

  1. Cara Submit Ke Google News

Siapa Hadie Danker pendiri Jurus Adsense?

Latar belakang beliau adalah Akuntansi, beliau tidak Pandai berbahasa Innggris bahkan dulu beliau ga ngerti sama sekali cara mencari uang di Dunia Maya ini. Setelah belajar di forum adsense-id.com dan mencoba mendekati beberapa senior yang sudah lebih dahulu merasakan Pendapatan dari Google AdSense akhirnya beliau belajar Google AdSense secara serius. Dan beliau mulai mendapatkan pendapatan di Bulan Februari 2010, Sungguh menyenangkan.

Jadi, apapun latar belakang anda jangan Takut anda tidak bisa atau takut salah mengambil keputusan untuk belajar Google AdSense.
Beliau akan berikan Panduan Berupa Tulisan dan Video sebagai panduan untuk Belajar. 

Panduan ini aslinya beliau ingin Free kan 100%. tapi berdasarkan saran teman teman yang kasih support ke jurusadsense.com akhirnya beliau buat berbayar.
Tapi jangan khawatir, apa yang sudah anda bayarkan beliau akan salurkan ke Panti Asuhan di lingkungan beliau. insya allah nanti akan beliau laporkan pas sudah ada foto pemberian dana nya.

Materi dasar sudah beliau buat, selebihnya nanti beliau akan buat semacam kelas belajar bersama support via forum dan juga conference via Skype (Terjadwal)

Berapa Bayarnya?

Cuma 150.000 IDR Sampe anda bisa.

jadi sekali lagi ini bukan bayar, beliau cuma buat 2 kategori. Free Member sama sedekah Member.

Materinya gimana?
Materi dasar sudah beliau buat, selebihnya nanti beliau akan buat semacam kelas belajar bersama support via forum dan juga conference via Skype.

Ada Jaminan dapat hasil engga?
Dengan ini beliau menyatakan bahwa beliau bukan Manusia Super, Atau Dukun yang bisa meramal berapa jumlah pendapatan anda nantinya. Dan beliau juga Tidak mempunyai Kemampuan Spiritual yang Super sehingga beliau tidak dapat menjamin Pendapatan anda akan Sekian Ribu Dollar.

Harganya entar naik engga?
Beliau tidak bisa jamin, bisa jadi nanti FREE 100% bisa jadi naik 500%. tergantung mood.

Ada FR engga?
FR ga ada, tapi klo memang ada yang serius dan Benar benar terkendala dengan nominal tersebut. Bisa PM beliau.

Money Back Guarantee?
Yups, 100% akan beliau refund dana anda jika merasa apa yang beliau sampaikan tidak sesuai dengan isinya. cukup PM saja.

Affiliate Wellcome
Affiliate bisa anda gunakan dan anda akan mendapatkan 50.000 sorry cuma 45.000 (kemarin salah set and sudah terbaca oleh system) dan Insya Allah Pahala karena mengajak orang bersedekah. Dengan Cara ini beliau punya keyakinan apa yang anda inverstasikan akan di balas Oleh Tuhan.

Disclaimer Jurus Adsense:

Dengan ini beliau menyatakan bahwa beliau bukan Manusia Super, Atau Dukun yang bisa meramal berapa jumlah pendapatan anda nantinya. Dan beliau juga Tidak mempunyai Kemampuan Spiritual yang Super sehingga beliau tidak dapat menjamin Pendapatan anda akan Sekian Ribu Dollar. Silakan registrasi jurus adsense

Kata kunci artikel ini:

download panduan adsense gratis, email belajargoogleadsense com, adsense ebook gratis, ebook ads-id com

Penampakan download area jurus adsense

jurus adsense download area gratis 300x150 Jurus Adsense Buka Kelas: Download Gratis eBook Adsense

 

Hari ini ane dapet berita via facebook kalo mas Hadie Danker sang maestro adsense-id.com buka kelas. Beliau membeberkan materi adsense yang telah lama digelutinya. Tentunya dari pengalaman beliau bermain adsense. Lalu apa saja materi adsense yang ada di download area?

Berikut adalah list materi jurus adsense

1)    Panduan Utama

  1. Riset Keyword

i.    Riset untuk General dan News Site

ii.    Jurus Riset Keyword untuk Niche Site

  1. AdSense Filter
  2. Jurus Membuat Blog di Blogspot.com
  3. Jurus Membuat General/News Site
  4. Jurus SEO OnPages
  5. Jurus SEO Off Pages Anti Panda
  6. Ebook Utama For Free Member
  7. Ebook Utama For Sedekah Member
  8. Pengenalan

2)    Bonus

  1. WordPress Theme

i.    Theme CardabaPress

ii.    Theme Putih

iii.    Theme Junkie

  1. Cara Submit Ke Google News

Siapa Hadie Danker pendiri Jurus Adsense?

Latar belakang beliau adalah Akuntansi, beliau tidak Pandai berbahasa Innggris bahkan dulu beliau ga ngerti sama sekali cara mencari uang di Dunia Maya ini. Setelah belajar di forum adsense-id.com dan mencoba mendekati beberapa senior yang sudah lebih dahulu merasakan Pendapatan dari Google AdSense akhirnya beliau belajar Google AdSense secara serius. Dan beliau mulai mendapatkan pendapatan di Bulan Februari 2010, Sungguh menyenangkan.

Jadi, apapun latar belakang anda jangan Takut anda tidak bisa atau takut salah mengambil keputusan untuk belajar Google AdSense.
Beliau akan berikan Panduan Berupa Tulisan dan Video sebagai panduan untuk Belajar. 

Panduan ini aslinya beliau ingin Free kan 100%. tapi berdasarkan saran teman teman yang kasih support ke jurusadsense.com akhirnya beliau buat berbayar.
Tapi jangan khawatir, apa yang sudah anda bayarkan beliau akan salurkan ke Panti Asuhan di lingkungan beliau. insya allah nanti akan beliau laporkan pas sudah ada foto pemberian dana nya.

Materi dasar sudah beliau buat, selebihnya nanti beliau akan buat semacam kelas belajar bersama support via forum dan juga conference via Skype (Terjadwal)

Berapa Bayarnya?

Cuma 150.000 IDR Sampe anda bisa.

jadi sekali lagi ini bukan bayar, beliau cuma buat 2 kategori. Free Member sama sedekah Member.

Materinya gimana?
Materi dasar sudah beliau buat, selebihnya nanti beliau akan buat semacam kelas belajar bersama support via forum dan juga conference via Skype.

Ada Jaminan dapat hasil engga?
Dengan ini beliau menyatakan bahwa beliau bukan Manusia Super, Atau Dukun yang bisa meramal berapa jumlah pendapatan anda nantinya. Dan beliau juga Tidak mempunyai Kemampuan Spiritual yang Super sehingga beliau tidak dapat menjamin Pendapatan anda akan Sekian Ribu Dollar.

Harganya entar naik engga?
Beliau tidak bisa jamin, bisa jadi nanti FREE 100% bisa jadi naik 500%. tergantung mood.

Ada FR engga?
FR ga ada, tapi klo memang ada yang serius dan Benar benar terkendala dengan nominal tersebut. Bisa PM beliau.

Money Back Guarantee?
Yups, 100% akan beliau refund dana anda jika merasa apa yang beliau sampaikan tidak sesuai dengan isinya. cukup PM saja.

Affiliate Wellcome
Affiliate bisa anda gunakan dan anda akan mendapatkan 50.000 sorry cuma 45.000 (kemarin salah set and sudah terbaca oleh system) dan Insya Allah Pahala karena mengajak orang bersedekah. Dengan Cara ini beliau punya keyakinan apa yang anda inverstasikan akan di balas Oleh Tuhan.

Disclaimer Jurus Adsense:

Dengan ini beliau menyatakan bahwa beliau bukan Manusia Super, Atau Dukun yang bisa meramal berapa jumlah pendapatan anda nantinya. Dan beliau juga Tidak mempunyai Kemampuan Spiritual yang Super sehingga beliau tidak dapat menjamin Pendapatan anda akan Sekian Ribu Dollar. Silakan registrasi jurus adsense

Kata kunci artikel ini:

download panduan adsense gratis, email belajargoogleadsense com, adsense ebook gratis, ebook ads-id com

Kupon Diskon Keyword Spyglass April 2012 : APRILOFF

keyword spyglass review 300x180 Kupon Diskon Keyword Spyglass April 2012 : APRILOFFSaya sudah menggunakan Keyword Spyglass untuk membantu riset kata kunci saya. Di review keyword keyword spyglass sebelumnya, saya menyebutkan kelemahan dan kelebihan software keyword spyglass. Sofware riset kata kunci buatan anak negeri in, pada saat normal diharga 57 dollar. Namun saya dikirimin email oleh sang pembuat keyword spyglass yang isinya adalah belia memberikan kupon diskon keyword spyglass untuk bulan april 2012. Berikut adalah kutipan email yang saya terima:

Sebagaimana telah diketahui, promo melalui WSO telah ditutup untuk umum dan harga telah kembali menjadi $57. Namun karena banyaknya peminat dari dalam negeri, maka promo untuk $17 atau 153.000 diperpanjang sampai dengan 30 April 2012 dengan menggunakan kupon APRILOFF

Bagi anda yang memerlukan software riset kata kunci yang powerfull, saya menyarankan untuk segera membelinya dan jangan memasukkan kode Kupon Diskon Keyword Spyglass APRILOFF untuk mendapatkan diskon 40 dollar. Anda dapat membeli software riset kata kunci ini melalui link kata kunci atau link keyword dan dapatkan diskon dengan mamasukkan Kupon Diskon Keyword Spyglass

keyword spyglass review 300x180 Kupon Diskon Keyword Spyglass April 2012 : APRILOFFSaya sudah menggunakan Keyword Spyglass untuk membantu riset kata kunci saya. Di review keyword keyword spyglass sebelumnya, saya menyebutkan kelemahan dan kelebihan software keyword spyglass. Sofware riset kata kunci buatan anak negeri in, pada saat normal diharga 57 dollar. Namun saya dikirimin email oleh sang pembuat keyword spyglass yang isinya adalah belia memberikan kupon diskon keyword spyglass untuk bulan april 2012. Berikut adalah kutipan email yang saya terima:

Sebagaimana telah diketahui, promo melalui WSO telah ditutup untuk umum dan harga telah kembali menjadi $57. Namun karena banyaknya peminat dari dalam negeri, maka promo untuk $17 atau 153.000 diperpanjang sampai dengan 30 April 2012 dengan menggunakan kupon APRILOFF

Bagi anda yang memerlukan software riset kata kunci yang powerfull, saya menyarankan untuk segera membelinya dan jangan memasukkan kode Kupon Diskon Keyword Spyglass APRILOFF untuk mendapatkan diskon 40 dollar. Anda dapat membeli software riset kata kunci ini melalui link kata kunci atau link keyword dan dapatkan diskon dengan mamasukkan Kupon Diskon Keyword Spyglass